Apel Tahunan Pekan Olahraga Seni dan Pramuka (PORSEKA XXVI); Islamisasi Kehidupan

Rentetan beberapa acara telah usai dilaksanakan dalam rangka meramaikan kegiatan Pekan Olahraga Seni dan Pramuka (PORSEKA XXVI). Sabtu (16/8) kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Kepala TMI, dalam sambutannya Ust. Hendrizal menyampaikan bahwa selain santri ahli di bidang olahraga, pramuka maupun kesenian namun mereka juga harus menanamkan nilai-nilai islam di setiap profesi yang ditekuninya. “jadilah seniman yang muslim, jadilah olahragawan yang Islami, jadilah pramuka yang muslim”. Begitu tegasnya

Ahad (24/8) pagi, Apel Tahunan yang wajib dihadiri oleh seluruh santri dan Pendidik berjalan dengan khidmat dalam prosesinya. Tampak hadir Pimpinan Pesantren KH. Mad Rodja Sukarta, Ketua Yayasan H. M. Luthfi Nahar, SE dan H. Hardi Arifin selaku ketua Pembina Yayasan, serta beberapa tokoh masyarakat juga turut menghadiri acara tersebut.

Selaku Pembina upacara, Santri Akhir TMI Rubby Mulki menyampaikan bahwa melangkah menuju 26 tahun Darul muttaqien menjadi benteng dari upaya penghancuran Islam, mengisolasi Islam, pemojokan, dan peminggiran tuntunan-tuntunanNya, berpijak pada inti amanatNya yaitu Islamisasi kehidupan menuju ridho Allah SWT “fii ayyi ardhin tatho’u fa anta masuulun ‘an Islamiha”, Pondok Pesantren tetap menyampaikan risalah keislamannya keilmuan dan kemasyarakatan dengan berpanca jiwa meniti jalan menapak bumi menggapai dunia lillahi rabbil ‘alamiin.

Menambah Kemeriahan, Apel Tahunan diakhiri dengan penampilan-penampilan kreasi santri seperti Marching band TMI, bela diri Tapak Suci, Wushu, Karate, Boxer, Tari Saman, tari sunda SDIT dan senam oleh santri RA.

Comments

comments

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *