Panggung Gembira 621 Putri; The History Goes On

Al-ma’hadu laa yanamu Abadan Pondok tak akan pernah mati dari kegiatan, falsafah tersebut memang benar, terbukti setelah kamis (18/9) lalu digelar Panggung Gembira putra, malam ini (25/9) sejarah telah dimulai dan harus harus terus berlanjut, Panggung Gembira putri yang dipelopori santri kelas 6 TMI menjadi contoh, menjadi cermin untuk semua santri. berbeda dengan tahun lalu background panggung masih memakai milik putra, dan kali ini santri putri sudah mampu menunjukkan bakatnya dengan mandiri membuat dekorasi background sendiri.

Apresiasi baik diberikan oleh beberapa guru, bahkan pimpinan Pesantren mengatakan ini adalah panggung pendidikan “Karena ini adalah momen yang paling baik, santri supaya memperhatikan pelajaran apa yang dilihat, didenganrkan, dikerjakan, dirasakan, dan yang dipikirkan ini adalah pendidikan. kelas 6 menyampaikan kreatifitasnya lebih dihargai sekalipun ada kekurangan dibanding orang yang hanya bisa berteori, naik panggung saja tidak berani. Yang penting berani tampil, jika salah diperbaiki, lebih baik lagi jika kekurangan itu dan dievaluasi dan betulkan”. Begitu KH. Mad Rodja Sukarja sampaikan pada sambutan pembukaan.

Totalitas kelas 6 dalam menyampaikan kreatifitasnya telah berhasil membuat mata melek tidak ngantuk, karena acara dikemas secara apik, menarik, dan dikelola secara totalitas tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam dan pendidikan di dalamnya. Dalam kesempatan evaluasi ust. Hendrizal Rasyid menambahkan “Acara ini bukan sekedar seru-seruan, rame-ramean, ini adalah wujud ukhuwah islamiyah, mereka mendekor bersama-sama, mendesain acara bersama-sama, tampil sama-sama, ini bukan masalah periode, bukan maslah angkatannya tapi di situlah ukhuwah islamiyahnya”.

DSC_0237
Penampilan Santri Akhir TMI putri di Panggung Gembira 621
DSC_0081-2
Panggung Gembira 621

Comments

comments

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *