PEMBEKALAN KEPEMIMPINAN MELALUI IKT (Imamah Khitobah dan Tahlil)

“Dalam shalat berjama’ah, makmum harus mengikuti dan tidak boleh mendahului imam, dari mulai takbiratul ihram sampai salam. Ketentuan mengikuti imam hanya selama bacaan dan gerakan imam benar. Namun jika imam keliru, makmum wajib menegur imam dengan bacaan subhanallah (bagi laki-laki) dan memberi isyarat dengan bertepuk tangan (bagi wanita) agar shalat tidak sia-sia, dan imam wajib memperhatikan teguran tersebut. Oleh karena itu, untuk menjadi imam, tidak boleh sembarang orang”. Begitulah potongan dari materi yang disampaikan kepada santri TMI kelas 3 sabtu (6/9) lalu.

Sabtu, (6/9). Hari itu santri kelas 3 TMI berkumpul di Lab. PAI untuk santri putra dan di masjid putri untuk santri putri, bukan untuk belajar seperti biasa di kelas namun mereka sedang dibekali dengan pelajaran kepemimpinan, belajar bagaimana menjadi imam yang baik dan benar dalam shalat, memimpin jama’ah dengan berkhotbah di atas mimbar, serta memimpin jama’ah bertasbih bertahmid mengagungkan nama Sang Khaliq di depan jama’ah.

Menurut Ust. Abdul Hasan bahwa IKT adalah program penyiapan supaya santri maupun alumni, ketika berada di tengah-tengah masyarakat, apapun profesinya, apapun pekerjaannya, mereka bisa menjadi imam yang baik dan benar, menjadi khotib yang benar, serta mampu memimpin tahlilan di masyarakat nantinya. Begitu ungkap Wakil Kepala Madrasah dalam sambutannya membuka acara. Acara dimulai dari jam 08.30 dan berakhir sampai dhuhur, dan Ust. Drs. Aqshadi Rakadi, M.Ag sebagai pemateri di putra dan Ustzah. Sa’diyah, S.Pd.I menyampaikan materi di putri.

DSC_0068
pembekalan IKT putra (Imamah, Khitobah dan Tahlil)
DSC_0074
pembekalan IKT putri (Imamah, Khitobah dan Tahlil)

Comments

comments

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *