SEMINAR KALIGRAFI; HIASAN BAGI ORANG YANG TERDIDIK

Jum’at (12/9), suasana panas siang itu SMPIT Darul Muttaqien dimeriahkan dengan seminar Kaligrafi yang diadakan oleh bagian Pusat Sumber Belajar (PSB). Acara diadakan menggunakan 2 shift, shift pertama dipaparkan untuk santri putra dan shift kedua untuk putri, masing-masing shift satu jam lamanya.

Seni apakah yang paling dekat dengan Al-Qur’an? Begitu ust. Joko Hasanto menyanyakan kepada santri SMPIT di awal seminarnya, muncul beragam jawaban secara bersamaan dari mereka. “Khat atau seni aksara Arab atau Kaligrafi Islam” begitu ujarnya, kemudian melanjutkan jawaban dengan mengutip ungkapan Didin Sirojuddin (bapak kaligrafi Indonesia) bahwa “Kaligrafi Islam bukan sekedar persoalan estetika (keindahan), melainkan juga metafisika (kerohanian), kita bisa menangkap irsyadat (petunjuk) dan nasahih (nasihat) untuk lebih mengenal Tuhan” ujarnya.

Menurutnya menjadi seorang khattat, tidak harus menunggu Allah menurunkan bakat atau keajaiban-Nya terlebih dulu, karena Kaligrafi Islam bukanlah seni yang tumbuh dengan mengandalkan bakat semata, tapi ia merupakan suatu ilmu yang bisa dipelajari oleh siapa pun, niat belajar dan sungguh-sungguh adalah kuncinya.

Oleh karena itu, guna menghidupkan salah satu seni Islam serta membumikan pesan Ilahi dengan harapan santri SMPIT dapat berkarya dan menuangkan ekspresinya melalui Kaligrafi Islam, maka diadakanlah seminar ini.

DSC_0009
seminar kaligrafi di SMPIT putra
DSC_0028
seminar kaligrafi di SMPIT putri

Comments

comments

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *