Amaliyah Tadris Santri Akhir TMI

Amaliyah tadris merupakan agenda wajib yang harus diikuti oleh seluruh santri akhir TMI. Ust Aqshodi Rakadi menyampaikan bahwa amaliyah tadris bertujuan agar anak-anak mengetahui metedologi mengajar, bagaimana cara mengkritik dirinya sendiri maupun temannya sehingga mereka dapat mengkritik dan menerima kritikan dari orang lain, begitu ungkap beliau selaku penanggung jawab kegiatan tersebut.

Praktek Amaliyah Tadris sudah ada sejak Darul Muttaqien berdiri tepatnya setelah Darul Muttaqien berumur 6 tahun setelah didirikan. Pembukaan Amaliyah Tadris diadakan di lab PAI pada tanggal 12 januari 2015, dan dilanjutkan dengan bimbingan tentang metode mengajar, cara mengkritik dan hal-hal lain yang harus diketahui sebelum mereka berdiri sebagai guru praktikan.

Santri yang mendapatkan kesempatan perdana untuk praktek adalah Nur izzah untuk santri putri dan Bimalingga untuk santri putra, yang mana masing-masing mengajar pelajaran Muthala’ah. Amaliyah tadris ini berjalan 12 hari, dari tanggal 12 s/d 25 Januari, yang terdiri dari 3 kelompok untuk putra dan 4 kelompok untuk putri. Setiap harinya akan ada 14 santri putra maupun putri yang maju untuk praktek mengajar, masing-masing kelompok didampingi oleh guru pembimbingnya, yang mana pembimbing tersebut akan membimbing mulai dari penulisan I’dad sampai Darsu An-Naqdi.

Dan akhirnya dengan adanya kegiatan tersebut seluruh santri akhir TMI mengetahui dan siap untuk terjun langsung mengajar ke masyarakat setelah lulus dari Darul Muttaqien. (emira, ade, syifa)

1 2

Comments

comments

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *