Pesantren Bukan Sekedar Sekolah, Pesantren Adalah Lapangan Perjuangan

Sambutan Pimpinan Pesantren Darul Muttaqien pada Upacara Pembukaan Tahun Pendidikan 2016-2017

Banyak sudah dalam perjalanan 27 thn pondok ini untuk mebimbibing putra-putri umat islam. Sudah 1000 lebih alumni Darul Muttaqien, dan bapak memohon, Insya Allah nanti alumni-alumni pesantren di seluruh pesantren di Indonesia ini tidak ada satupun yang nganggur. Ada yang jadi ustadz/ ustadzah, ada yang jadi anggota DPR, ada yang jadi Bupati, ada yang jadi pengusaha, dan yang menjadi guru tak terhitung banyaknya. Bahkan mungkin bukan suatu hal yang mustahil, yang akan memimpin negri ini dari pesantren, sekarang ini banyak di negri ini alumni pesantren yang jadi mentri, banyak bupati yang bagus-bagus dari pesantren, Dan banyak guru teladan itu alumni pesantren. Bukan hanya Pimpinan tingkat dunia! tapi Pimpinan dunia akhirat! Di dunia berbahagia, di akhirat masuk surga.

Maka karena itu, anak-anak sekalian, lupakan semua yang akan menganggu pelajaran kita di pondok. Rumusnya, niatkan kita masuk pesantren ini karena niat semata-mata karena Allah. Khusus santri baru yang baru datang di pondok ini, niatnya harus diperbaiki yaitu untuk menuntut ilmu di pesantren ini. Salah satu yang harus dipelihara, niat karena Allah dan lupakan yang akan mengganggu belajar selama di pondok. Kakak-kakak yang membimbing adiknya, ini adalah peluang besar untuk belajar memimpin. Ketua kamar, ketua kelas, wali kelas, kepala pengasuhan, dan bapak hanya ingin melihat bahwa besok murid-murid kita akan lebih baik.

Ternyata masih banyak orang islam yang belum mengerti apa arti ajaran islam, contohnya di kebersihan. Jadi guru-guru, pimpinan, santri, jika melihat sesuatu yang belum bersih itu adalah peluang ibadah. Khususnya para santri yang baru, jangan membuang sampah sembarangan, jangan meludah sembarangan, jaga harta masing-masing, tumbuhkan rasa saling menyayangi. Karena bisa jadi anak-anak kita yang ganteng-ganteng dan yang cantik-cantik ini, mereka akan menjadi pelopor terdepan untuk kemajuan bangsa ini. Sudah banyak alumni yang kuliah, ada yang di Amerika, ada yang di Mesir, ada yang di Yordan. dan bahkan anak-anak, yang di Indonesia saja, yang hafal 10 juz, 20 juz, peluang untuk belajar sangat banyak.

Jika anak-anakku sakit, harus dicari penyebabnya. Mungkin kurang tidur, mungkin makan tidak teratur, mungkin kaos kakinya bekas kemaren, mungkin karena memakai peci yang basah, atau mungkin belom gosok gigi, atau mungkin karena tangannya kotor ketika mau tidur. Semua itu adalah pendidikan agama.

Bapak mengingatkan, kita ini orang yang di beri amanat, jadi kita harus amanah! Pesantren ini bukan milik Pimpinan Pesantren. Pesantren ini sudah di wakafkan kepada Allah dan diperuntukkan sebesar-basarnya untuk kemashlahatan umat. Untuk perbaikan generasi muda Islam, agar anak-anak kita jadi anak-anak yang selamat dunia akhirat. Akidahnya kokoh, akhlaknya mulia, dan memiliki ilmu yang beragam. Bapak do’akan dari pesantren akan lahir ulama-ulama yang bisa mengayomi umat. Akan lahir seorang ilmuwan dalam berbagai disiplin ilmu. Seperti tradisi ulama yang dulu, ada yang ahli fisika, ahli kimia, ahli biologi, ahli antariksa, ahli kedokteran, ahli ilmu perbintangan, semua itu adalah ulama-ulama terdahulu.

Oleh sebab itu, anak-anakku, apa sebenarnya musuh kita semuanya? Bukan orang kafir, buka orang Amerika, bukan orang yang ngga ngerti agama, musuh kita sesungguhnya adalah KEBODOHAN! Maka mulai hari ini, kita niatkan kita menuntut ilmu di pondok ini.

Bapak ingatkan kepada anak putri, jangan sampai kamu merasa dikalahkan! Tahun ini seluruh prestasi harus diraih anak-anak putri. Tapi ingat, anak putra, jadilah laki-laki sejati! Karena bagaimanapun kamu takkan bisa menyaingi anak putri. Tidak akan bisa! Dan juga anak putri, jadilah seorang putri sejati yang sesuai dengan fitrahnya yang Allah berikan.

Kalau ada yang kelas 1 putra atau putri yang cengeng-cegeng, pisahkan! Panggil orangtuanya dan suruh bawa pulang saja jangan sampai ngerepotin kita. Yang hilang odolnya nangis, yang hilang sepatunya nangis, yang nangis mulu “kenapa kamu?”burung saya pak, takut ga ada yang ngasih makan”. Pokoknya yang cengeng-cengeng pisahkan! Kembalikan kepada orang tuanya. Karena disini bukan sekolah! Dari mulai jam 4 pagi, Terus! Kita berjuang, menjadi putra-putri yang sehat jasmani, sehat rohani,  dan mereka saling berkasih sayang. Dan Insya Allah, kalian adalah calon-calon pemimpin masa depan. Kalau yang putri ini calon pedamping pejuang umat Islam.

Dan tolong untuk semua pendidik, semoga guru-guru ini beruntung, tambah ilmunya, dan tidak boleh ada kekerasan di pondok ini, baik itu kalimat yang tidak mengenakkan, apalagi kekerasan fisik. Kita harus saling menyayangi. Jadi, kalau ada santri yang tidak bisa diatur, tidak bisa dibimbing, pulangkan saja pada orang tuanya.

Mudah-mudahn ini awal yang baik. Jaga kesehatan. Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!. Pada akhirnya semua butuh proses.

(senin, 25 Juli 2016)

PSB_3347 PSB_3353 PSB_3365 PSB_3411 PSB_3424 PSB_3432

Comments

comments

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *