Kami Pramuka Muslim

Sambutan Kepala TMI Ust. Hendrizal Rasyid, S.S pada upacara kegiatan PERKUTSYI (Perkemahan Khutbatul ‘Arsyi)

Moto Pondok Pesantren yang pertama adalah berbudi tinggi atau berakhlaq mulia, yang kedua berbadan sehat, Perpengatahuan luas dan berpikiran bebas. kepramukaan menjadi salah satu kegiatan yang wajib diikuti oleh seluruh santri, karena didalamnya ada nilai-nilai yang sejalan dengan prinsip moto di Pondok Pesantren. Ada dasa dharma, ada tri satya, dasa dharma pertama adalah taqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, cinta alam dan kasih sayang kepada sesama manusia, trus sampai terakhir suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.
Kepramukaan bukan masalah memakai baju seragam coklat, pakai hasduk pakai baret, kemudian yel-yel, ini merupakan PR penting bagi siapapun yang menjadi pembina pramuka, bahwa di pramuka itu lengkap nilai-nilai nya kemudian harus dipraktekkan di dalam kegaitan pramukanya, Kalau bikin yel-yel harus menandakan suci dalam pikiran perkaatan dan pebuatan, Kalau bikin permainan yang bersahaja dan menggembirakan, Kalau bikin perlombaaan yang memunculkan cinta alam dan kasih sayang sesama manusia.
Kalau melihat SKU tidak ada itu namannya tanda untuk jalur wide game / cross country menggunakan cat atau pilok, tp menggunakan batu dan ranting, tidak merusak lingkungannya, dan itu akhirnya dipraktekkan dalam kesehariannya, menjaga tembok kamarnya supaya tidak ada coret-coretan, menjaga meja dan kursi kelasnya dari sifat-sifat yang merusak alamnya.
Maka dari itu seluruh santri baru harus ikut pramuka, supaya paham nilai-nilai yang ada di kepramukaan, supaya santri lama diingatkan bahwa pramuka itu adalah bagian proses pendidikan di pondok pesantren. Ada lagu, permainan, yel-yel, nyanyian, karena pramuka merupakan Scout is joly and game, tapi perbedaannya dipondok mottonya adalah kami pramuka tapi kami muslim, maka kegiatan pramuka harus di bingkai dengan nilai-nilai keisalaman. Seluruh santri dikenalkan pramuka yang dibingkai dengan nilai-nilai keislaman, alhamdulillah pramuka Darul Muttaqien sudah banyak prestasi, piala, sudah terkenal dimana-mana, tp itu tidak membuat kita terlena dan lalai untuk semakin utk meningkatkan kepramukaan tidak semata-mata hanya kemampuan untuk menang lomba, tapi pramuka bagian yang melekat untuk membuat santri-santri ini berakhlaq mulia, berbadan sehat, berpengetahuan luas, berpikiran bebas dan bertanggung jawab.
Maka dari itu, keterampilan-ketrampilan dasar pramuka wajib dipahami dan diketahui serta dikuasai. Upacara harus dilatih tiap minggu, bukan masalah berdirinya, tapi kedisiplinannya, konsentrasinya, fokusnya, bisa atau tidak kuat seperti pemimpin upacaranya? ini bukan masalah kekuatan, tapi kedisiplinan, maka ketika upacara pramuka harus dibuat seolah-olah itu seperti upacara yang levelnya kualitas tinggi, upacara hari sabtu juga demikian.
Semua kegiatan yang ada di pesantren ini, mulai dari kepramukaan, muhadhoroh, Kegiatan ekstra kurikuler apalagi kegiatan ubudiyah, semuanya adalah bagian dari proses pendidikan kita, supaya nanti kita semua siap terjun kemasyarakat, karena pendidikan di pondok pesantren bukan untuk mencari kelas, bukan untuk mencari nilai UN yang tinggi, bukan semata-mata ingin dapat ijazah, atau supaya bisa melanjutkan ke perguruan tinggi, bukan itu tujuan kita. Tujuan kita adalah supaya kita bisa terjun kemasyarakat menjadi Mundzirul Qoum untuk mengingatkan dan membangun masyarakat kita.

Comments

comments

Mungkin Anda Menyukai

2 tanggapan untuk “Kami Pramuka Muslim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *