Belajar Kepemimpinan Bersama Walikota Bandung Ridwan Kamil

Parung, ahad (26/2) Pesantren Darul Muttaqien mendapatkan kunjungan dari walikota Bandung Bapak Ridwan Kamil dengan tujuan untuk bersilaturrahim. kedatangan beliau disambut langsung oleh pimpinan pesantren Darul Muttaqien dan ulama-ulama se-Bogor di ruang pertemuan TMI, diawal kedatangannya beliau menyampaikan maksud dan tujuannya.

Usai bersilaturrahim dengan pimpinan dan para ulama se-Bogor raya, walikota yang akrab disapa dengan Kang Emil langsung ditemani oleh dewan guru diajak menuju aula untuk memberikan beberapa petuahnya kepada para santri. Sebelum tausiyahnya beliau menyampaikan bahwa Darul Muttaqien adalah pesantren yang keren, alasannya adalah bahwa penelitian yang mengatakan manusia yang sehari-harinya lebih dekat dengan alam, dengan pohon, dengan air, otaknya akan lebih cerdas lebih fokus belajar dan mudah untuk menghafal, maka beruntungkah santri yang menimba atau menuntut ilmu di Darul Muttaqien, bisa berdekatan dengan alam, karena disini dapat menemukan banyak lahan hijau, taman, pohon, dan air.

Kemudian walikota Ridwal Kamil menyampaikan bahwa menurutnya ukuran manusia yang paling baik adalah orang yang bermanfaat bagi sesamanya “Khoirunnaas anfa’uhum linnaas”, “bukan masalah banyaknya jabatan, tingginya atau kerennya jabatan, itu hanyalah judul-judulan saja, tapi seberapa besarkah manfaat waktu kita gunakan” begitu ucapnya.

Selain itu, beliau juga menyampaikan pengalamannya sebagai seorang pemimpin, baginya   kepemimpinan yang terbaik adalah kepemimpinan dengan keteladanan yaitu dengan akhlaq, the best leadership is the leadership by example.

setelah itu, beliau menambahkan lagi bahwa memimpin itu ada tiga level, memimpin diri sendiri, memimpin keluarga dan memimpin ummat. jika kelak ingin menjadi pemimpin, kita harus bisa melewati level satu dulu, yaitu memimpin diri sendiri. Tampak seluruh santri dengan khidmat mendengarkan tausyiyahnya dan termotivasi untuk belajar dengan lebih rajin lagi.

Setelah memberikan pelajaran dan pengalaman kepada santri, beliau kembali ke ruang pertemuan guru TMI untuk berpamitan dengan pimpinan beserta ulama, sebelum kembali ke Bandung beliau mengajak untuk berfoto bersama.

Comments

comments

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *