Gagak Putri yang Ke-VII: Meningkatkan Jiwa Kepemimpinan Santri Putri

“dingin merasuk, panas membara, lapar, haus dan dahaga… tiada terasa hati gembira untuk mencapai tujuan…”

Kepanasan, kedinginan bahkan terguyur hujan tidak menjadi penghambat bagi peserta Lomba Perkemahan Penggalang dan Penegak (GAGAK VII) yang diadakan oleh santri putri Pesantren Darul Muttaqien, senada dengan lirik lagu diatas yang selalu mereka nyanyikan.

Kegiatan diadakan selama 4 hari dari tanggal 20 s/d 23 Februari 2017, sedangkan peserta yang ikut serta dalam meramaikan perlombaan kepramukaan ini sebanyak 9 pesantren antara lain adalah: Darul Qur’an Cikarang, Darul Qur’an Mulia, Al-Inayah, Darul ulum Lido, Al-Kahfi, Al-Amanah Al-Gontory, Ummul Quro’ dan Darul Muttaqien.

Demi khidmatnya acara pembukaan, kegiatan dilaksanakan pada hari senin (20/2) di aula, dikarenakan suarana pagi itu hujan, dan dibuka langsung oleh kepala divisi pengawas pendidikan ust. Turkamun, S.Ag. beliau menegaskan bahwa Pesantren menjadi lembaga yang masih eksis mengembangkan ketrampilan pramuka sampai saat ini. untuk itu beliau berpesan “Tinggalkan egoisme, menyatulah dalam persatuan dalam jangka panjang, Pramuka di pesantren dibingkai dengan nilai-nilai Islam jadi yang seharusnya ditonjolkan adalah keislamannya “ana alkasyaaf walakinni muslim”.

Sebanyak 32 mata lomba yang dilombakan pada Gagak VII kali ini, yang meliputi perlombaan kesenian, ketrampilan, kebahasaan, keputrian dll. Sertelah melalui persaingan yang ketat, pada akhirnya Juara umum tahun ini diraih oleh Pesantren Al-Kahfi, dan juara favorit diraih oleh Pesantren Darul Ulum Lido.

Comments

comments

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *