Khotmul Qur’an Angkatan XI; Cetak Generasi Qur’ani

Ahad (19/2), Pesantren Darul Muttaqien telah mengadakan Khotmul Qur’an untuk santri TMI angkatan yang ke-XI, yang mana pada tahun ini jumlah peserta lebih banyak dari pada tahun sebelumnya, dan yang berbeda dari tahun sebelumya adalah kegiatan didakan secara bersamaan antara santri putra dan santri putri di aula putri, dan dihadiri oleh seluruh santri, dewan guru serta orang tua peserta khotmul.

Peserta yang mengikuti Khotmul kali ini telah melalui beberapa tahap seleksi. Seleksi tahap pertama dilaksanakan oleh bagian pengasuhan pada 26 Desember 2016, pada tahap ini peserta adalah dari kelas 1 s/d 6, dan yang lulus berjumlah 486 yang terdiri dari 226 santri putra dan 260 santri putri.

Tahap berikutnya, penyisihan dilakukan oleh Pembina khotmul qur’an antara lain mereka adalah Ust. Abdul Hakim, Ust. Ahmad Zaini Tafsir, Ust. Abdul Kohar, Ust. Budi Mulyadi, Ust. Su’alim dan Ustzh. Musdhalifah, dan meloloskan 269 peserta yang terdiri dari 137 santri putra dan 132 santri putri. Kemudian, penyisihan pada tahap ketiga akhirnya meluluskan 119 peserta dengan rincian:

Santri kelas VII            : 28 peserta

Santri kelas VIII           : 20 peserta

Santri kelas IX             : 27 peserta

Santri kelas X              : 24 peserta

Santri kelas XI             : 9 peserta

Santri kelas XII           : 2 peserta

Santri Intensif             : 9 peserta

Pimpinan Pesantren KH. Mad Rodja Sukarta menyampaikan dalam sambutannya bahwa santri yang telah mengikuti khotmul qur’an pada kali ini untuk selanjutnya supaya diberikan kesempatan untuk menjadi musyrif pada halaqah qur’an, karena prinsip kita adalah yang bisa mengajari yang belum bisa, begitu ucap beliau.

Turut hadir juga KH. Cholil Nafis, Lc., Ph.D untuk mengisi tausyiyah dalam acara tersebut, “Sebagai orang Islam kita harus hidup dengan pedoman Islam yaitu Al-Qur’an”, begitu ucap beliau ketika menyampaikan tausyiyahnya, sambil melanjutkan dengan memberikan beberapa contoh mengapa kita wajib berpedoman kepada Al-Qur’an. Melalui tausyiyah beliau tampak peserta dan seluruh santri yang hadir begitu termotivasi untuk semakin yakin untuk berjuang dan belajar lebih dalam tentang Islam, beliau mengatakan “tidak ada pejuang yang hidupnya manja di masa kecilnya”.

Tujuan diadakannya Khotmul Qur’an ini adalah mewujudkan generasi muslim sukses mulia, cinta Al-Qur’an dan bertafaqquh fiddin, mentadabburi kesempurnaan mu’jizat Al-Qur’an, dan sebagai sarana syi’ar Islam.

Comments

comments

Mungkin Anda Menyukai

2 tanggapan untuk “Khotmul Qur’an Angkatan XI; Cetak Generasi Qur’ani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *