Laporan Pertanggungjawaban dan Pelantikan Pengurus OPDM Baru; Estafet Nilai Perjuangan

Dalam rangka penanaman pendidikan kepemimpinan dan organisasi, Pesantren Darul Muttaqien mengadakan Laporan Pertanggungjawaban Organisasi Pelajar Darul Muttaqien (OPDM) masa bhakti 2016-2017 yang bertempat di Aula Damaskus untuk santri putra dan di Gedung Serbaguna untuk santri putri. Setiap bagian OPDM membacakan seluruh hasil yang mereka capai selama masa bhakti kepengurusannya. Selain itu, penyampaian evaluasi juga disampaikan guna memberikan gambaran positif bagi pengurus selanjutnya agar bisa memperbaiki kekurangan yang ada.

H. Turkamun, S.Ag dalam sambutannya menyampaikan bahwa prinsip dalam menjalankan organisasi ada 5, pertama adalah Syahadatain (Keyakinan). Kedua adalah disiplin, baik yg memimpin atau yang dipimpin harus berdisiplin. Ketiga adalah Intregitas, yaitu kekuatan batin untuk menerima amanah bagaimana dia menjalankan amanahnya dengan baik. Keempat adalah Peduli, peduli terhadap dirinya sndiri dan terhadap yang dipimpin. Kelima, Rendah hati, tidak sombong menjadi pemimpin atau pengurus OPDM.

“Menjadi pengurus organisasi itu bukan hanya suatu kewajiban, akan tetapi ini adalah suatu kebutuhan” ungkap Ust. Imron Wachidi selaku kepala pengasuhan saat sambutan membuka acara, karena sejatinya santri itu butuh pengalaman berorganisai, butuh pengalaman memimpin, butuh pembelajaran untuk menjadi panutan yang baik.

Setelah laporan pertanggungjawaban selesai dibacakan, dilanjutkan dengan pelantikan pengurus baru Organisasi Pelajar Darul Muttaqien masa bhakti 2017-2018 serta serah terima amanat.

Dalam kepengurusan OPDM ini bukanlah jabatan yang diperebutkan, tapi ini adalah amanat yang harus dilaksanakan yang nantinya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Pengurus lama tidak dipecat dan juga tidak dicopot (dari kepengurusan). Tapi, ini adalah estafet nilai perjuangan yang harus terus dilanjutkan. Karena, selamanya santri sejatinya hidup berjuang, hidup dalam perjuangan, hidup untuk memperjuangan pondok, umat, dan agama.

Comments

comments

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *