Latihan Dasar Kepemimpinan Santri; Menjadi Pribadi Yang Mempunyai Karekter Pemimpin

Tujuan utama masuk pesantren adalah ibadah litolabil ilmi, beribadah menuntut ilmu. Orang-orang yang beribadah menuntut ilmu itu orangnya menjadi mulia berakhlaqul karimah, serta beraqidah shohihah, kemudian berbadan sehat, gemar beribadah, memiliki ilmu yang mampu menjawab tantangan global, itu semua adalah harapannya daripada tujuan masuk pesantren.

Saat belajar di pesantren selalu digaungkan bahwa kita akan menjadi pemimpin di masyarakat, rasulullah pada saat usia 12 tahun sudah mengajukan diri untuk mencari nafkah sendiri, beliau sudah bekerja dengan segala pekerjaan untuk mencari nafkah. beliau sudah mampu memimpin dirinya sendiri, menjadi pribadi mandiri.

Pada usia 10 hingga 14 tahun, anak-anak sudah masuk masa puber, sudah melewati masa transisi, disitulah anak mulai melakukan perubahan. Jadi, anak harus berubah menjadi pribadi yang lebih dewasa, lebih matang, dan lebih baik, untuk itu diadakanlah kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Santri (LDKS).

Senin (25/9), santri TMI kelas 4 putri berangkat menuju Cianjur untuk mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan Santri (LDKS), kegiatan tersebut dilaksanakan selama 2 hari dari hari seni (25/9) sampai hari selasa (26/9), kemudian dilanjutkan dengan santri putra dari hari rabu (27/9) sampai dengan kamis (28/9).

Kegiatan ini bukan semata-mata hanya dilaksanakan agar santri kelak menjadi pemimpin seperti Kepala Sekolah, menjadi Kepala Desa, Presiden dan lain sebagainya, akan tetapi menjadi pribadi yang mempunyai karekter pemimpin. Dalam pembukaan kegiatan, Ust. Hendrizal Rasyid, S.S menyampaikan dalam sambutannya bahwa sifat tabligh rasulullah adalah menyampaikan, akan tetapi jika kita mengikuti rasulullah untuk memiliki sifat tabligh harus menguasai sifat shiddiq, amanah dan fathonah, itu adalah sifat kepemimpinan, beliau menegaskan “seorang pemimpin itu adalah orang yang mampu menyampaikan, orang yang mampu mengarahkan, yang mampu menunjukkan, itulah orang yang memiliki karakter kepemimpinan. Tapi kamu akan sampai pada sifat tabligh kalau kamu memiliki sifat shiddiq, amanah dan fathonah.

Di dalam kegiatan LDKS ini santri dijelaskan mengenai kepemimpinan Islam di sesi pertama yang diisi oleh Bpk. Syamsul Bahri, lalu Bpk. M. Ramdhan sebagai pengisi di sesi kedua tentang organisasi, dan di sesi ketiga santri langsung diajak bermain edugame di alam terbuka agar mereka belajar tentang kerjasama (teamwork). LDKS ini adalah batu loncatan yang harus digunakan untuk merubah cara pandang sanrti kelas 4 terhadap pribadi masing-masing, mereka harus melihat bahwa sekarang mereka adalah pribadi yang dewasa, pribadi yang mampu untuk menjadi contoh bagi diri sendiri, keluarga dan masyarakat.

Comments

comments

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *