Kunjungi Perpustakaan Nasional Indonesia, Dorong Santri Giat Membaca

Lutfia Firda Ma’muri, Pengurus OPDM Kementerian Komunikasi Massa tak pernah membayangkan Indonesia, gedung perpustakaan dengan fasilitas serba canggih dan koleksi yang lengkap. Tapi nampaknya kini mimpi itu jadi kenyataan. Tepatnya sejak September 2017 lalu, Presiden Joko Widodo telah meresmikan gedung Perpustakaan Nasional Indonesia (Perpusnas) yang berlokasi di Jalan Medan Merdeka Selatan No.11 Jakarta Pusat. Tak tanggung-tanggung, gedung yang makan waktu 2 tahun lebih pembangunannya ini digadang-gadang sebagai perpustakaan tertinggi di dunia. Tadinya, tercatat bahwa Shanghai Library Institute adalah perpustakaan tertinggi di dunia yang tingginya mencapai 106 meter. Sementara gedung Perpusnas mencapai 123, 6 meter. Gedung berlantai 24 ini berdiri gagah di depan Monas.

Kunjungan santriwati yang tergabung dalam Komunitas Dywa, pada Jumat (23/2) ini, dimaksudkan untuk menumbuhkan kecintaan santri pada membaca dan menulis. Rombongan santriwati yang berjumlah 51 orang dibimbing oleh Pengurus OPDM (pengurus Dywa) dan Guru Pembimbing Dywa, menghabiskan waktu sampai jam 13.00 di perpustakaan yang juga menyediakan ruang baca khusus penyandang disabilitas (orang berkebutuhan khusus), ruang baca dan kreasi anak-anak pra sekolah, ruang baca orang tua, tempat manuskrip kitab kuno, juga ruang baca VVIP (tuk presiden, menteri atau pejabat tinggi saat ingin baca buku).

Menurut Pak Yoyo, staf Perpusnas yang mendampingi santriwati dalam ruang teater pertunjungan, kita rakyat Indonesia harus bersyukur, memiliki perpustakaan tertinggi di dunia, bukti dari rasa syukur itu dengan datang dan membaca buku-buku yang sudah disiapkan di sini. Silahkan anak-anak santri ke sini, ada tugas kerjakan di sini, di sini siapkan ruang baca yang sejuk, disiapkan komputer, bahkan ruang VVIP klo tidak ada tamu negara/pejabat bisa dipakai anak-anak. Yang sebang selfie-selfie di lantai 24 di atas, kalian bisa melihat Monas yang sangat kecil.

Setelah menonton vidio tentang sejarah, tugas dan fungsi Perpusnas, santriwati anggota Dywa kemudian dibagi 3 kelompok mengunjungan beberapa lantai dibimbing oleh staff Perpusnas. Disetiap lantai tersebut, disajikan deretan rak-rak buku yang tersusun rapi lengkap dengan ruang bacanya. Beril, santriwati kelas VIII TMI dengan cekatan segera mengambil beberapa buku pilihannya, lalu mencari spot di pinggir ruangan yang menghadap langsung ke Lapangan Monas. Tugu Monas, yang bisanya tinggi menjulang terlihat dari lapangan sekitarnya. Saat ini oleh Beril, terlihat sangat kecil dan pendek.

Semoga tujuan pembimbing dan pengurus Dywa mengajak santri ke Perpustakaan Nasional ini, untuk menumbuhkan kecintaan pada membaca dan menulis tercapai, sehingga Perpustakaan Darul Muttaqien juga tidak pernah sepi dari santri. (wardah-die)

Comments

comments

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *