MC Club Santri Putri Kunjungi RRI Jakarta; Kembangkan Kreatifitas santri Di Bidang Penyiaran

Jum’at (23/3), Pengurus Organisasi Pelajar Darul Muttaqien (OPDM) Putri Bagian Penerangan dan Bahasa adakan kunjungan ke Radio Republik Indonesia (RRI) Jakarta, kunjungan tersebut guna menambah wawasan dan mengembangkan kreatifitas santri khususnya di bidang penyiaran atau broadcasting.

Kunjungan diikuti oleh beberapa santri Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah yang tergabung dalam komunitas MC Club yang berjumlah 55 santri dengan didampingi oleh ustzh. Uzma, ustzh. Dita, ustzah. Liska, ust. Abu Dzar dan ust. Fahad.

“RRI sudah memiliki hampir 70 stasiun yang tersebar di seluruh Indonesia, saat ini RRI sudah mudah diakses di seluruh indonesia, RRI ada di ujung jari, yaitu cukup dengan mendownload aplikasinya di play store” jelas Bpk. Muhajir selaku ketua program A4 saat menyampaikan sambutan dihadapan anak-anak. Beliau melanjutkan penjelasan bahwa Stasiun Cabang Utama Jakarta, terdapat 5 program antara lain:

  • PRO 1siaran Pusat Pemberdayaan Masyarakat untuk pendengar Usia Dewasa (Siaran Khusus Informasi,Pendidikan,Hiburan & Budaya)
  • PRO 2siaran Pusat Kreativitas Anak Muda untuk segmen pendengar remaja dan pemuda (Siaran Khusus Musik,Informasi & Gaya Hidup)
  • PRO 3siaran Jaringan Berita Nasional yang menyajikan berita dan informasi (News Channel)
  • PRO 4siaran Pusat Kebudayaan Indonesia yang menyajikan aneka kebudayaan Indonesia
  • Channel Vatau lebih dikenal Voice of Indonesia sebagai Siaran Luar Negeri

Usai penjelasan tentang RRI dari Bpk. Muhajir, beberapa santri diberi kesempatan untuk bertanya, baik itu tentang RRI maupun kiat-kiat menjadi penyiar yang baik. Mbak Ina, salah satu Staff RRI menjawab bahwa modal awal yang paling penting menjadi MC adalah harus suka dulu dengan profesinya, seneng dengerin radio dan percaya diri. “untuk menjadi penyiar yang profesional ada 3 hal yang harus diperhatikan, yaitu materi suara, pengetahuan, dan etika” tambah mbak Ina.

Selanjutnya, pak Ari yang merupakan salah satu penyiar senior RRI mengajak santri berkeliling melihat Galeri Tri Prasetya yang berisi peralatan radio dan melihat photo-photo siapa saja yang pernah menjadi penyiar sejak awal berdiri pada masa penjajahan jepang. Tidak hanya itu, kunjungan ini sangat berkesan karena santri juga diajak memasuki Studio PRO 2, yaitu studio untuk segmen pendengar remaja dan pemuda.

Selain mendapatkan wawasan, berkat kunjungan ini santri mendapatkan kesempatan melihat dan mengetahui proses penyiaran radio, dengan harapan nantinya santri ikut termotivasi menjadi seorang pembawa acara, MC, atau penyiar yang profesional.

Comments

comments

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *