Benih Itu Telah Bertunas

Salah satu orientasi pendidikan di Pesantren Darul Muttaqien adalah mencetak generasi muslim  yang akan memperjuangkan ummat, membina akhlak, dan mengabdi kepada masyarakat, ibtigho’an limardhotillahi ta’ala. Satu lagi santri Darul Muttaqien telah menetapkan dirinya untuk melakukan perjuangan tersebut di wilayah leuwiliang adalah ust. Acep Nugraha, M.Pd, yang sekarang mengetuai yayasan Granada El Fath. Ya, benih yang ditanam itu sudah mulai bertunas.

Jum’at (20/4) lalu, Pimpinan Pesantren Darul Muttaqien dengan beberapa kepala-kepala lembaga di Darul  seperti Ust. H. Turhamun, M.Pd, Ust. Budi Santoso, M.pd. Ust. Dr. Ahmad Assastra, Ust. yasin Dahlan, S.E, Ust. Abdullah Hudri, M.Pd, Ust. Salim RD, S.Sos.I, ust. Iwan Bagja N, S.Sos.I, Ust. Imron Wachidi, S.Pd, dan ust. Hendrizal Rasyid, S.S, menghadiri undangan dari salah seorang alumni dan kader PPDM yaitu Ust. Acep Nugraha, M.Pd di Desa Sibanteng, Kec. Luewi Sadeng, Luewilliang Bogor, guna menyaksikan. Peresmian Gedung Madrasah Diniyah Takmiliyah yayasan Granada El-Fath yang di kepalai oleh Ust. Acep sendiri, demikian beliau biasa dipanggil.

Dalam kesempatan ini KH. Drs. Mad Rodja Sukarta saat diminta untuk meresmikan gedung tersebut menyampaikan bahwa berdirinya Yayasan Granada El Fath adalah untuk membela Islam, “bagaimana mungkin kalau di Kec. Leuwisadeng ini setiap tahunnya kurang lebih 70 pasangan muslim yang menikah, dan mereka punya anak, dan kita tidak peduli tentang pendidikan anak-anak itu, mau disekolahkan dimana, diajarkan membaca Al-Qur’an, dimana mereka akan belajar agama Islam, shalat, zakat, puasa, dll,” tambah Kyai Rodja.

Selain itu, pada kesempatan yang sama juga dilakukan Ikrar Wakaf dari tanah dan bangunan seluas kurang lebih 3400 meter persegi dari beberapa wakif, termasuk di dalamnya ust. Acep dan keluarga untuk diserahkan kepada Allah, dan selaku Dewan Nazir adalah H. Djufri Djamaluddin. Pada kesempatan ini, secara khusus ust. Acep memohon do’a, bahwa setelah berdirinya TPA Granada El Fath, dilanjutkan dengan perintisan Madrasah Diniyah Takmiliyah Granada El Fath, kedepan Granada El Fath akan mendirikan pesantren, dan hal itu diamini oleh seluruh hadirin yang hadir pada kesempatan itu.

Pada akhir pertemuan secara khusus Kyai Rodja kembali berpesan kepada ust. Acep agar sungguh-sungguh untuk menjalankan amanah ini, dan tidak boleh sambilan. “Karena kalo sambilan berarti kita tidak yakin akan janji Allah, Intanshurullaha yanshurkum, dan itu sangat merugi”, tambah beliau sebelum rombongan Darul Muttaqien meninggalkan lokasi yayasan Granada Elfath.

Comments

comments

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *