Isra Mi’raj; Pelajaran Napak Tilas Perjuangan Rasulullah SAW

Isra’ adalah perjalanan Nabi Muhammad saw dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsha di al-Quds, Palestina, sedangkan Mi’raj adalah perjalanan naiknya Nabi Muhammad saw menembus lapisan langit tertinggi yang tidak dapat dijangkau oleh ilmu semua makhluk.

Peristiwa Isra’ Mi’raj terjadi di bulan Rajab, bulan Rajab merupakan salah satu dari 4 bulan yang diharamkan, sebagaimana dijelaskan dalam QS. At-Taubah ayat 36. Bulan Rajab adalah bulan yang paling diagung-agungkan oleh Allah swt, bulan yang spesial bagi Raslulullah saw, karena di dalamnya terkandung keistimewaan dan pelajaran-pelajaran dari Rasulullah saw yang patut kita teladani sebagai ummatnya.

“Rasulullah Muhammad saw adalah manusia terbaik. Segala keistimewaan Allah berikan kepada beliau, bentuk fisik beliau sangat sempurna. Akhlak Rasulullah juga sangat sempurna, kesabarannya dalam menghadapi gunjingan, cemoohan, hinaan, diskriminasi, persekusi sampai pada siksaan fisik dihadapi dengan lapang dada, dengan ikhlas bahkan Rasulullah selalu mendoakan orang kafir quraysi yang menyakitinya agar mendapat cahaya hidayah”, demikian Al-Habib Muhammad bin Alwi Al-Kaff berkisah dalam tausiyahnya pada Peringatan Isra’ dan Mi’raj Rasulullah saw di Aula Putra Darul Muttaqien pada sabtu (14/4) ini.

Kegiatan ini diadakan dengan tujuan untuk menunjukkan dan mensyukuri sebagian bukti atau tanda kekuasaan dan kebesaran Allah swt sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Isra’ ayat 1, selain itu penanaman nilai-nilai ketauladanan Rasulullah saw juga menjadi tujuan utama dari diselenggarakannya kegiatan ini

Iringan meriah musik Hadroh yang dimainkan santri serta shalawat yang dilantunkan menjadi penutup tausyiyah Al-Habib Muhammad bin Alwi Al-Kaff memperingati Isra’ Mi’raj 27 Rajab 1439 hijriyah.

Comments

comments

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *