Syukuran dan Peresmian Gedung Arafah SDIT

“Pesantren Darul Muttaqien adalah barometer kemajuan dan peradaban Islam. Kalau dulu di Jabon, orang kenal ada tempat yang lampunya remang-remang. Sekarang, dengan adanya pesantren. Maka, Jabon harus terang, disinari cahaya Ilahi. Kalo ada yang mau sekolah TK, ada RA, lulus TK ada SDIT, lulus SD ada MTs dan SMPIT… mau ngaji ada TPQ dan Diniyah. Kita doakan semoga Gedung Arafah ini, menjadi tempat lahirnya pejuang Islam. Karena berjuang itu tidak kenal lelah, berjuang tidak boleh setengah-tengah dan tidak boleh putus asa”, pesan Adelina Putri, siswi kelas 5 SDIT dalam sambutannya di depan Hj. Elvi Zainuddin, SH (istri dari wakif H. Zainuddin Abdullah, alm) Ketua Yayasan, Pimpinan Pesantren dan Dewan Guru Darul Muttaqien pada selasa (1/5).

Ghalib Abdallah, siswa kelas 5 yang saat ini sudah hafal 2 juz, menjadi siswa yang menandatangani prasasti, pemotong nasi tumpeng, sekaligus penggunting pita peresmian. Sedangkan Asep M. Reza Fahlefi siswa kelas 4 membacakan doa penutup.

Turkamun, M.Pd dalam sambutannya mewakili pesantren, menyampaikan permohonan terima kasih yang tulus kepada keluarga Hj. Elvi Zainuddin, SH. Tanah yang diwakafkan 1.000 m sejak 2014 ini, kemudian ditambah 240 m oleh pesantren yang saat ini telah berdiri menjadi Gedung Arafah.

Gedung ini akan dimanfaat oleh siswa SDIT dari jam 07.00 sampai 16.00 dan TPQ dari jam 17.00 sampai sholat isya untuk kegiatan belajar Baca Qur’an dan pendidikan Agama Islam. Semoga kemanfaatan tanah wakaf ini, terus dinikmati pahalanya oleh wakif di dunia dan akhirat. (die)

 

Comments

comments

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *