Khutbatul Arsy; Mengenalkan Arti Kehidupan, Arti Keilmuan dan Perjuangan di Pesantren

Mengenal dan memahami orientasi pesantren sangatlah penting bagi santri, pendidik dan wali santri. Pemahaman tentang pesantren yang setengah-setengah akan mengakibatkan salah pandang atau salah menafsirkan terhadap pesantrennya, tidak hanya melihat dari sisi luarnya saja, “Jangan seperti kera ketika memakan buah manggis, yang digigit hanya kulitnya yang rasanya pahit, padahal dibalik kulit yang pahit tersebut terdapat isi buah manggis yang rasanya manis dan lezat” ungkap H. Turkamun, S.Ag saat memberikan khutbahnya, untuk mencegah dampak tersebut Pesantren Darul Muttaqien adakan Khutbatul Arsy pada senin (9/7) lalu.

Khutbatul Arsy diartikan secara bahasa sebagai khutbah yang tinggi, yang berarti khutbah yang sangat tinggi nilainya, sangat penting untuk disampaikan dan penting untuk dipahami oleh seluruh warga pesantren. Khutbah pengenalan tersebut tidak cukup diadakan hanya sekali, tapi harus dilakukan berkali-kali guna memberikan bekal kepada santri baru tentang kehidupan pesantren, mengingatkan semua tentang tujuan santri masuk pesantren, mengingatkan arti perjuangan, arti kehidupan dan arti keilmuan. Maka dari itu, kegiatan ini rutin dilaksanakan setiap tahun pendidikan baru.

Kegiatan ini diadakan usai upacara pembukaan tahun pendidikan 2018-2019 pada senin (9/7) pagi yang lalu, kegiatan diadakan secara terpisah, santri putra di masjid putra dan di gedung serbaguna untuk santri putri. Pekan perkenalan ini berlangsung dengan berbagai rentetan kegiatan seperti perkemahan, berbagai perlombaan kesenian dan ketrampilan, dan juga pentas seni.

khutbatul arsy pesantren darul muttaqien 2018

Comments

comments

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *