Membumikan Qur’an sebagai Akhlak Santri Sejak Dini |
|
|
|
| Ditulis oleh Darul Muttaqien |
| Sabtu, 27 Februari 2010 11:38 |
|
‘Saya sudah berniat akan menyekolahkan anak saya sampai kelas VI TMI di Darul Muttaqien”, demikian kesaksian salah satu wali santri yang hadir dalam acara “Khotmul Qur’an IV dan Tasmi’ Hifzil Qur’an di Masjid Putra Pondok Pesantren Darul Muttaqien, Kamis 25 Pebruari 2010-11 Rabiul Awwal 1431 H. Niat tersebut muncul, setelah mendengar bacaan-bacaan ayat suci Al-qur’an yang dilantunkan oleh anaknya bersama 26 santri yang lulus dalam seleksi Khotmul Qur’an yang diadakan Bagian Ubudiyah Pengasuhan Santri.
Acara yang dihadiri oleh dewan guru dan wali santri dibuka oleh tampilan marawis santri putra dan tauziyah Pimpinan Pesanten, KH. Drs Mad Rodja Sukarta. Dalam sambutannya Pak Rodja, kembali mengugatkan tentang pentingnya mempelajari dan mendalami juga mengkaji Al-qur’an sebagai sumber hukum Islam Utama. Al-qur’an adalah pedoman yang harus diteladani sejak dini. Dengan mendalami Al-qur’an sejak dini maka, akhlak anak akan terbimbing sampai dewasa. Setelah acara khotmul Qur’an dilanjutkan dengan ‘Tasmi’ Hifzil Qur’an’. Salah santu santri yang telah berhasil menghafal Al-qur’an sebanyak 5 juz, Muh. Syafiul Anam (santri I Int). Anam biasa dipanggil, melantunkan ayat-ayat Al-qur’an yang diujikan oleh tim penguji yang berasal dari guru senior Darul Muttaqien. Semoga acara ini menjadi memontum untuk terus mengkaji dan menempatkan Al-qur’an sebagai pedoman hidup. Amin |