Senang Belajar di Darul Muttaqien |
|
|
|
| Ditulis oleh Darul Muttaqien |
| Sabtu, 24 Juli 2010 03:14 |
|
”Aku senang belajar di sini, da betah rasanya. Awalnya sih masih ingat rumah, mama, papa, adik, teman tapi pas da seminggu lebih, rasanya di pondok enak banget, jadi ga mau pulang de. Demikian curahan hati salah satu santri baru Pondok Pesantren Darul Muttaqien. Menurutnya apa yang ada di rumah ternyata di pondok juga ada, bahkan lebih banyak tersedia di pondok. Suasana pesantren membuat hari-harinya, tanpa terasa sudah hampir 2 minggu berpisah dengan rumah dan orang tua.
Proses adaptasi santri baru, menjadi perhatian serius Pengasuhan Santri. Santri baru yang notabene baru berpisah dengan orang tua dan seluruh fasilitas yang mereka rasakan di rumah, harus didekati dengan pendekatan kekeluargaan. Santri baru harus merasa kamar yang di tempati sebagai rumah sendiri, teman-teman baru sebagai anggota keluarga dan juga guru-guru sebagai bapak dan ibu sendiri. ”Setiap tahun Pengasuhan santri sudah menghadapi berbagai problem tentang santri baru, dari setiap permasalahan tersebut, kami analisis dan menjadi bahan kajian. Setiap tahun kami harus terus meningkatkan pelayanan dan kenyamanan anak-anak dan juga meminimalkan santri yang tidak betah dan pindah”, tutur Iwan Bagja N, S Sos I, kepala pengasuhan putri. Bukti keseriusan pengasuhan dalam membimbing santri, adalah kunjungan dari Wali Asrama Pondok Pesantren Al-Kahfi Cigombong Sukabumi Jawa Barat beberapa waktu yang lalu. Mereka bertukar informasi dengan pengasuh di Darul Muttaqien tentang sistem kepengasuhan. Menurut ketua rombongan Al-Kahfi, manajemen asrama/kepengasuhan di Darul muttaqien sudah sangat bagus. |