Khutbah Jum’at Awal Ramadhan 1441 H

Oleh: Ust. Abdullah Hudri, S.S,. M.Pd

Khutbah dismapaikan pada Khutbah Jumat di Masjid Putra Pesantren Darul Muttaqien

Jumat, 24 April 2020 / 1 Rmadhan 1441 H

 

الحمد لله الذي أنزل على عبده آيات بينات ليخرج الناس بها من الظلمات إلي النور. وأشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. اللهم صل علي سيدنا محمد وعلي آله وأصحابه وسلم أما بعد.

فياأيها الناس اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون

قال الله تعالي: ياآيها الذين أمنوا كتب عليكم الصيام كما كتب علي الذين من قبلكم لعلكم تتقون.

 

Jama’ah Sholat Jumat Rohimakumullah..

Alhamdulillah.. Puji syukur marilah kita persembahkan kepada Allah SWT atas limpahan rahmat dan kasih sayang-Nya yang tidak terhingga kepada kita. Saat ini di hari pertama bulan Romdhon tahun 1441 H yang mulia ini, kita masih diberikan kesempatan untuk beribadah sholat jumat berjamaah walaupun dalam kondisi menyesuaikan dengan prosedur kesahatan untuk pencegahan penularan wabah. Sholawat dan salam semoga selalu tercurahkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW berserta keluarga, para sahabatnya dan pengikutnya hingga akhir zaman. Aamiin..

 

Bertepatan dengan awal bulan suci Romadhon, di tengah-tengah pandemic Covid-19 yang saat ini masih mewabah, saya mengingatkan diri saya dan para jamaah, marilah kita tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, dengan sungguh-sungguh mengerjakan semua perintah-Nya dan meninggalkan semua yang dilarang-Nya. Dan Tentunya kita juga harus menjaga prilaku hidup bersih dan sehat, melakukan social dan physical distancing dalam keseharian kita dan tidak lupa untuk selalu bermunajat kepada Allah agar terhindar dari segala penyakit terkhusus pandemic Covid-19 yang sedang mewabah di Negara kita ini. Aamiin..

 

Jama’ah Sholat Jumat Rohimakumullah..

 

مَرْحَبًا بِالمُطَهِّرْ

 

“Selamat datang, wahai orang yang menyucikan.”

Itulah kalimat yang sering Rosulullah SAW ucapkan bila datng bulan Romdhon. Para sahabat bertanya, “Siapakah orang yang menyucikan itu, wahai Rosulullah?” Beliau menjawab, “Orang yang menyucikan itu adalah bulan Romadhon, dia menyucikan kita dari dosa dan maksiat.”

 

Rosulullah juga SAW berkhutbah dalam menyambut awal bulan suci Romdhon sebagai berikut :

“Wahai manusia, bulan yang mulia dan penuh berkah datang menaungi kalian. suatu bulan yang di dalamnya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Pada bulan itu, Allah menetapkan puasa sebagai kewajiban dan Qiyamullail sebagai kesunnahan. Barang siapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu perbuatan baik, dia bagaikan melakukan kewajiban di bulan lainnya. Barang siapa yang melakukan kewajiban pada bulan ini, maka dia sama dengan orang yang melakukan tujuh puluh kewajiban dibulan lainnya.

Romadhon adalah bulan kesabaran, sementara pahala kesabaran adalah surga, dia merupakan bulan kedermawanan dan bulan bertambahnya rezeqi orang mukmin. Barang siapa memberikan makanan kepada orang yang berpuasa pada bulan ini, berarti itu pengampunan terhadap dosa-dosanya dan pembebasan dirinya dari neraka. Selain itu, ia juga memperolah pahala yang sama dengan orang yang berpuasa, tanpa berkurang sedikit pun.”

 

Dari khutbah Rosulullah SAW di atas, sudah sangat jelas tergambarkan bahwa saat ini kita sudah berada di bulan Romadhon yang mulia, bulan yang ditunggu-tunggu oleh seluruh umat muslim di dunia. Bulan yang penuh dengan keberkahan dan keistimewaan.

Puasa merupakan ibadah khas yang wajib kita laksanakan pada bulan Romdhon ini. Puasa dalam arti menahan diri dari segala yang membatalkannya yaitu, makan, minum dan syahwat berhubungan suami istri, sejak terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari, dengan niat beribadah kepada Allah SWT.

 

Jama’ah Sholat Jumat Rohimakumullah..

Ibadah puasa wajib yang kita laksanakan mulai hari ini sampai akhir Romadhon nanti, perlu kiranya kita sempurnakan dengan juga melaksanakan sunnah-sunnah berpuasa itu sendiri. Untuk kesempurnaan ibadah puasa di bulan Romdhon ini, baiknya kita juga memperhatikan dan melaksanakan sunnah-sunnah tersebut, diantaranya :

  1. Makan sahur.

Sahur bukan hanya masalah rutinitas yang biasa kita lakukan sebelum berpuasa. Sahur juga bukan masalah apakah kita tahan atau tidak tahan berpuasa tidak makan dan minum seharian. Sahur adalah sunnah yang Rosulullah contohkan kepada kita sebelum berpuasa. karena didalam sahur ada banyak keberkahan yang akan terlimpahkan kepada siapapun yang mengerjakannya.

Rosulullah SAW bersabda,

 

تَسَحَّرُوْا فَإِنَّ فِي السَّحُرِ بَرَكَةٌ

“Bersahurlah karena pada sahur itu ada keberkahan.” (HR. Bukhori Muslim)

 

  1. Mengakhirkan sahur

Banyak pendapat berkaitan dengan kapan waktu terbaik untuk bersahur. tentunya waktu sahur yang terbaik adalah yang tidak tergesa-gesa tetapi juga tidak terlalu jauh dengan waktu terbitnya fajar subuh. Zaid bin Tsabit RA berkata, “Kami sahur bersama Rosullulah SAW, kemudian beliau bangkit untuk untuk mengerjakan sholat. Aku bertanya, “Berapa jarak waktu antara adzan dan sahur?” Beliau menjawab, “Kira-kira bacaan lima puluhan ayat.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Hibban)

 

Dalam sebuah hadits, Rosulullah juga bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian mendengar seruan adzan, sementara gelas masih ditangannya, janganlah dia meletakannya hingga menyelsaikan keperluannya.” (HR. Abu Dawud dan al-Hakim)

 

  1. Menyegerakan berbuka.

Buka puasa adalah salah satu nikmat yang Allah janjikan untuk orang yang berpuasa. selain pahala yang tidak terhitung dan bertemu dengan Allah di ahirat kelak. sunnah Rosulullah SAW dalam berbuka puasa adalah menyegerakan membatalkan puasa tersebut. saat waktu magrib tiba, Rosulullah segera berbuka dan tidak mengakhirkannya.

Rosulullah SAW bersabda,

 

لَا يَزَالُ النَاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَّلُوْا الفِطْرَ

“Manusia senantiasa berada dalam kebaikan, selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari Muslim)

 

  1. Awali berbuka dengan kurma

Bermacam-macam hidangan makanan dan minuman yang kita sediakan untuk berbuka, jangan lupa untuk memulai buka puasa dengan kurma. Rosulullah SAW berbuka dengan beberapa butir ruthah (kurma muda) sebelum sholat. Jika tidak ada ruthah, beliau berbuka dengan kurma matang. Jika tidak ada juga, beliau meneguk beberapa teguk air. (HR. Abu Dawud dan Turmidzi)

 

  1. Berdoa saat berbuka

Jika Rosulullah SAW berbuka, beliau membaca Basmalah kemudian membaca doa :

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَي رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

“Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeqi dari-Mu aku berbuka”.

 

Setelah selesai berbuka, diteruskan dengan doa yang biasa Rosulullah baca :

ذَهَبَ الظَمَأُ وَابْتَلَّتِ العُرُوْقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

“Dahaga telah hilang dan tenggorokan telah basah, dan pahala telah ditetapkan Insya Allah.” (HR. Abu Dawud)

 

  1. Memperbanyak sedekah dan membaca / mempelajari al-Qur’an

Bersedakah dan mempelajari al-Qur’an termasuk didalamnya membacanya adalah ibadah utama selain berpuasa di bulan Romdhon ini yang Rosulullah contohkan kepada umatnya. Rosulullah bersabda,

مَنْ فَطَرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَائِمِ شَيْئًا

“Barang siapa yang memberikan makanan berbuka puasa kepada orang yang berpuasa, maka dia akan mendapatkan pahala sebagaimana pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa.” (HR. Ahmad, Turmudzi dan Ibnu Majah).

Ibnu Abbas RA menceritakan Nabi Muhammad SAW adalah orang yang paling dermawan dalam kebaikan. Beliau lebih dermawan lagi di bulan Romadhon. Ketika malaikat Jibril menemuinya, biasanya dia datang menemuinya pada setiap malam di bulan Romadhon sampai berakhirnya. Nabi Muhammad SAW membacakan al-Qur’an kepadanya. (HR. Bukhori Muslim)

 

  1. Menjalankan sholat Tarawih (Qiyamullail)

Dalam hadits, istilah untuk sholat tarawih adalah Qiyam Ramadhon, sedangkan kata tarawih tampaknya baru digunakan kemudian sejak khalifah Umar bin Khatab RA. Rosulullah SAW bersabda, “Siapa saja yang ber-Qiyam Romadhon semata-mata karena keimanan dan keikhlasan karena Allah, maka diampuni dosa-dosa sebelum itu.” (HR. Bukhori Muslim).

 

Allah SWT berfirman dalam surat al-Isro ayat 79 :

وَمِنَ اللَيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَي أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُكَ مَقَامًا مَحْمُوْدًا

“Dan pada sebagian malam, lakukanlah sholat tahajud sebagai tambahan ibadah bagimu. semoga Allah mengangkatmu ketempat yang terpuji.”

 

Rosulullah bersabda,

“Dirikanlah shalat malam karena itu adalah tradisi orang-orang sholah sebelum kalian dan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, pencegah dari perbuatan dosa, penghapus kesalahan dan pencegah segala penyakit dari tubuh.” (HR. Tirmidzi)

 

  1. Menjauhkan diri perkataan maupun perbuatan yang dapat menghapuskan pahala puasa.

Tujuan dari berpuasa adalah ibadah menedekatkan diri kepada Allah SWT, karena itu sangat tidak pantas ditengah-tengah kita berpuasa malah melakukan perbuatan maksiat dan atau perkataan keji, baik yang nampak atau tersembunyi seperti berdusta, ghibah, fitnah, berkata kasar, bertengkar, dan perbuatan-perbuatan diharamkan lainnya.

Rosulullah bersabda,

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُوْرِ وَالعَمَلِ بِهِ فَلَيْسَ بِهِ لِّلِه حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

“Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dan perbuatan keji, maka Allah SWT tidak butuh dengan puasa orang yang sekedar meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhori, Abu Dawud dan Tirmidzi).

 

Jamaah Sholat Jumat Rohimakumullah..

Demikian khutbah ini disampaikan semoga sunnah dan adab berpuasa diatas bisa menjadi perhatian kita dan dapat kita lakukan dalam menyempurnakan ibadah wajib puasa kita di bulan Romdhon ini.

Sebagai tambahan, dalam kondisi pandemic Covid 19 yang sedang mewabah di Negara kita ini, marilah kita semua memperbanyak zikir, doa dan munajat kepada Allah dengan penuh keimanan dan keyakinan agar terhindar dari segala penyakit dan wabah ini segera hilang dari Negara kita ini. Aamiin..

Rosulullah SAW bersabda,

بِسْمِ اللهِ الَّذِيْ لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌ فِي الأَرْضِ وَلَا فِي السَمَاءِ وَهُوَ السَمِيْعُ العَلِيْمُ

“Dengan nama Allah yang dengan nama-Nya, segala sesuatu di bumi dan di langit todak akan berbahaya, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

 اللّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنَ البَرَصِ وَالجُنُوْنِ وَالجَذَامِ وَسَيِّئِ الأَسْقَامِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit baros, dari kegilaan, dari penyakit kulit dan dari penyakit-penyakit buruk”. (HR. Muslim)

بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم وتفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم

أقول قول هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم ولسائر المسلمين فاستغفروه أنه هو الغفور الرحيم

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *