Bogor, Pesantren Darul Muttaqien kembali menegaskan eksistensinya sebagai lembaga pendidikan Islam yang dinamis dan visioner. Pada hari Jum’at, 18 Juli 2025, bertempat di Masjid Al-Amin, digelar Tasyakuran Milad ke-37 yang dirangkaikan dengan peluncuran buku bertajuk “Merawat Cita-cita”.
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan H. M. luthfi Nahar, S.E menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perkembangan pesantren yang luar biasa. “Dari lahan awal seluas 1,8 hektar, kini telah berkembang menjadi 287 hektar. Ini semua berkat kesabaran, semangat, dan pemikiran pimpinan, serta dedikasi para guru yang luar biasa,” ungkapnya.
Acara tasyakuran juga diisi dengan tausiah oleh KH. Mad Rodja Sukarta Pimpinan Pesantren yang menggugah semangat dewan guru yang hadir. Beliau menekankan bahwa pesantren adalah milik Allah, bukan milik pribadi. “Jangan berharap bantuan dari manusia, karena kekecewaan pasti akan datang. Gantungkan harapan hanya kepada Allah, dan niatkan hidup untuk memberi manfaat, bukan menjadi beban,” pesannya tegas.
Peluncuran buku “Merawat Cita-cita” menjadi momen reflektif yang kuat dalam acara tersebut. Buku ini diharapkan menjadi pengingat akan perjuangan dan cita-cita besar yang harus terus dijaga. “Setelah membacanya, ada dua kemungkinan: semakin sadar dan semangat, atau tetap malas karena hati belum terbuka pada hidayah,” ujar beliau.
Lebih lanjut, Kiyai Rodja menekankan pentingnya integritas guru sebagai teladan bagi para santri. “Guru harus jadi teladan. Santri akan merekam apa yang kita lakukan. Tampilkan diri sebagai pribadi yang disiplin, rapi, bersih, dan rajin,” pesan beliau.
Tasyakuran ini tidak hanya menjadi ajang syukur, tetapi juga momentum untuk menyusun langkah strategis ke depan, termasuk pemanfaatan teknologi informasi, pengembangan kurikulum yang relevan, dan penguatan karakter santri serta tenaga pendidik.
Dengan semangat merawat cita-cita, Pesantren Darul Muttaqien menegaskan komitmennya untuk terus menjadi pusat pendidikan yang melahirkan generasi unggul berlandaskan iman dan ilmu.

Tinggalkan Komentar