Bogor, 13 Agustus 2025 – Santri bukan hanya cakap dalam ilmu agama, tetapi juga harus piawai mengekspresikan gagasan melalui tulisan. Prinsip inilah yang melatarbelakangi program OSOB (One Santri One Book) yang tahun ini kembali melahirkan karya membanggakan. Bertempat di Gedung Innopreneur, Universitas IPB Bogor, Pesantren Darul Muttaqien resmi meluncurkan 14 judul buku karya santri dalam acara peluncuran pada Rabu (13/8).
Karya-karya tersebut merupakan hasil proses bimbingan intensif yang dijalani para santri selama satu bulan penuh di bulan April lalu. Dengan pendampingan dari para pembimbing, santri diarahkan tidak hanya untuk menulis, tetapi juga menyelesaikan naskah secara utuh hingga siap diterbitkan.
Bagi santri, program ini menjadi ruang ekspresi yang istimewa. Mar’ie Fajar, santri kelas 5 TMI, menyampaikan kesan mendalam atas pencapaiannya. “Terima kasih kepada seluruh penyelenggara One Santri One Book yang telah membimbing kami dari awal hingga selesai, hingga kami dapat menyelesaikan satu buku dalam waktu satu bulan,” ungkapnya.
Hal serupa juga dirasakan oleh Annur Pandya, santri kelas 5 TMI lainnya, yang menilai OSOB sebagai wadah untuk menuangkan perasaan sekaligus mengasah keterampilan menulis. “Karena dengan adanya wadah ini, kami bisa mengekspresikan seluruh perasaan kami, entah rasa gundah gelisah, sedih maupun senang, di dalam buku yang akan kami buat,” katanya penuh semangat.
Peluncuran buku ini bukan hanya simbol pencapaian, tetapi juga langkah nyata pesantren dalam menyiapkan santri yang lengkap: menguasai ilmu agama sekaligus terampil menyampaikan gagasan secara tertulis. Melalui karya-karya tersebut, Darul Muttaqien ingin membuktikan bahwa santri bisa menjadi agen literasi yang aktif memberi kontribusi bagi peradaban.
Dengan 14 buku baru yang lahir dari tangan-tangan santri, program OSOB tahun ini menegaskan bahwa pesantren bukan hanya tempat belajar kitab, tetapi juga kawah candradimuka yang melahirkan penulis muda dengan gagasan segar dan penuh makna

Tinggalkan Komentar