Program Matrikulasi Bahasa Arab Level 3 bagi santri kelas 5 TMI Putri resmi ditutup melalui gelaran Uji Publik pada Sabtu, 29 November 2025, di GOR Putri Darul Muttaqien. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh walisantri kelas 5 Putri, dewan guru, pimpinan pesantren, serta pendiri dan pengembang program Mustaqilli Arabic Center KH. Agus Shohib Khaironi, S.Ag., Lc
Acara ini menjadi momentum penting yang menunjukkan hasil pembelajaran intensif selama satu bulan, sekaligus membuktikan keseriusan Darul Muttaqien dalam mencetak generasi berkarakter, beradab, dan menguasai bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an.
Dalam uji publik, para santri menampilkan kemampuan tarjamah, membaca, memahami kaidah, Nahwu dan Shorof hingga menerjemahkan Ayat Al-Quran. Suasana GOR Putri menjadi riuh oleh tepuk tangan dukungan para orang tua yang hadir menyaksikan langsung perkembangan putri-putri mereka.
Salah satu peserta Arabic Camp, Ulvi Aulia, menyampaikan kesannya dengan penuh antusiasme “Alhamdulillah Darul Muttaqien menghadirkan Mustaqilli untuk santrinya, dengan cara yang luar biasa membuat santri selalu bersemangat dalam mempelajarinya dan cepat melekat di otak kami.”
Dalam sambutan Pimpinan Pesantren yang diwakilkan dan disampaikan oleh Ust. Hendrizal Rasyid, S.S, beliau menegaskan bahwa pencapaian para santri bukanlah hal yang sederhana melainkan hasil dari perjuangan panjang, termasuk sejak mereka memasuki pesantren pada masa pandemi. “Yang pertama yang kami ingin sampaikan adalah rasa syukur kepada Allah SWT bahwa anak-anak kita, yang masuk ke pesantren ini pada tahun 2020 ketika COVID-19, telah melalui ujian dan tantangan luar biasa. Apa yang mereka capai hari ini bukan hal kecil,” ujarnya.
Beliau juga menekankan bahwa program pendidikan di pesantren tidak semata-mata sebatas memakai seragam dan mengikuti pelajaran, namun memiliki cita-cita besar. “Yang kita lakukan di pesantren ini adalah cita-cita mulia. Kita sedang perang melawan kebodohan, melawan kerendahan. Anak-anak ini adalah kader generasi penerus bangsa yang akan melesakkan syariat-syariat Rasulullah SAW,” tuturnya.
Beliau juga mengingatkan agar para santri tidak menjadi hamba materi atau kedudukan.“Jangan sampai mereka menjadi budak Tuhan-tuhan berbentuk materi. Modal kita untuk hidup adalah iman kepada Allah SWT,” tegasnya.
Menutup sambutan, Ust. Hendrizal memberikan motivasi mendalam: “Nak, gantungkan cita-citamu setinggi langit, tapi tetap yakin bahwa Tuhanmu hanyalah Allah SWT.”
Melalui program Mustaqilli, Darul Muttaqien memperkuat profil santri yang tidak hanya unggul dalam karakter, tetapi juga cakap berbahasa Arab. Keberhasilan pelaksanaan matrikulasi Level 3 ini menjadi bukti bahwa pesantren terus berupaya menghadirkan metode belajar yang efektif dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Pendiri Mustaqilli Arabic Center turut mengapresiasi kemajuan para santri serta kolaborasi Darul Muttaqien dalam menghidupkan kembali budaya berbahasa di lingkungan pesantren.
Kegiatan penutupan ini sekaligus menjadi gambaran nyata bagaimana Darul Muttaqien mempersiapkan generasi masa depan yang beriman, cerdas, berbahasa Arab, dan siap berkhidmat untuk umat dan bangsa.
Bagi orang tua yang ingin memberikan pendidikan terbaik bagi putra-putrinya, Darul Muttaqien menawarkan lingkungan yang aman, religius, modern, serta didukung program-program pembinaan yang berkualitas dan terukur.

Tinggalkan Komentar