Derap langkah ratusan santri putra menggema di GOR Putra Pesantren Darul Muttaqien pada Jumat pagi. Tepat pukul 08.00 WIB, upacara pembukaan Gagak 20 Santri Putra resmi digelar, menghadirkan semangat persaudaraan dan cita-cita besar tentang kepemimpinan masa depan yang berakar pada nilai iman dan kebersamaan.
Gagak 20 merupakan ajang kepramukaan tahunan berupa lomba perkemahan penggalang dan penegak yang diikuti oleh 31 pesantren dari wilayah Jabodetabek dan Banten, dengan jumlah peserta mencapai sekitar 500 santri. Upacara pembukaan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh seluruh dewan guru Pesantren Darul Muttaqien serta para pendamping dari masing-masing kontingen.
Pembina upacara, Syarif Fayyad, santri kelas 6 TMI, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Gagak bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi momentum strategis untuk membangun ukhuwah dan menyatukan visi para santri dari berbagai pesantren.
“Kita datang ke Gagak ini bukan hanya untuk menjadi juara, tetapi untuk menjadikannya sebagai ajang silaturahmi, ajang ukhuwah Islamiyah, dan ajang menunjukkan kekuatan persatuan bangsa dan agama,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa para peserta Gagak 20 merupakan santri-santri pilihan dari pesantrennya masing-masing. Pertemuan ini, menurutnya, menjadi awal lahirnya jaringan persahabatan dan kepemimpinan yang kelak akan berperan di masa depan.
“Santri-santri yang berdiri di samping kalian hari ini, merekalah yang insyaallah akan menjadi pemimpin dunia bersama di masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala TMI Pesantren Darul Muttaqien, Ust. Hendrizal Rasyid, S.S, menekankan bahwa kepramukaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter santri yang tangguh, bertanggung jawab, dan berjiwa penolong. Menurutnya, dunia membutuhkan pemimpin yang tidak hanya cerdas, tetapi juga kuat akidah dan akhlaknya.
“Berkumpulnya kalian di sini bukan hanya karena piala atau popularitas, tetapi untuk satu cita-cita besar: generasi yang akan datang harus lebih baik daripada generasi sebelumnya,” ungkapnya.
Ust. Hendrizal juga mengingatkan para peserta agar tetap menjaga adab dan nama baik pesantren selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Gagak, menurutnya, adalah ruang pendidikan karakter yang harus dijalani dengan niat lillahi ta’ala.
Melalui Gagak 20, Pesantren Darul Muttaqien berharap terbangun generasi santri putra yang memiliki jiwa kepemimpinan, semangat persatuan dan kesatuan, serta kesiapan menjadi insan yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat luas.

Tinggalkan Komentar