BOGOR – Setelah berjibaku dengan ketegangan selama empat hari dalam Ujian Lisan Akhir, perjuangan santri kelas 6 TMI belum berakhir. Pada Rabu (15/04), genderang Ujian Akhir TMI resmi ditabuh melalui upacara pembukaan UAT.
Ujian ini bukan sekadar rutinitas akademik. Lebih dari itu, rentetan evaluasi ini bertujuan untuk mengukur kedalaman pemahaman santri terhadap materi yang telah dipelajari selama bertahun-tahun, serta mematangkan mentalitas mereka sebelum menyandang status sebagai alumni.
Kepala TMI Ust. Hendrizal Rasyid, S.S dalam amanatnya menekankan bahwa ujian ini adalah potret kejujuran dan daya juang. Beliau berpesan agar para santri menjaga niat dan integritasnya hingga akhir.
“Anak-anakku, ujian ini adalah medan tempur intelektual kalian yang terakhir di pesantren ini. Jangan hanya mengejar kelulusan angka, tapi kejarlah keberkahan ilmu dengan kejujuran. Kerjakan setiap soal dengan ketenangan, sandarkan ikhtiar kalian kepada Allah, dan buktikan bahwa kalian layak menjadi kader umat yang tangguh,” pesan Kepala TMI dalam arahannya.
Pelaksanaan ujian tulis pada dua hari pertama, yakni Rabu dan Kamis (15-16 April), dipusatkan di GOR Putra dan GOR Putri untuk menciptakan atmosfer yang sakral dan fokus. Luasnya ruang GOR memberikan ruang gerak bagi para santri untuk berkonsentrasi penuh di bawah pengawasan asatidz.
Namun, untuk menjaga ritme dan efektivitas teknis pada hari-hari berikutnya, lokasi ujian akan berpindah ke ruang-ruang kelas. Perpindahan ini diharapkan dapat memberikan suasana yang lebih tenang dan personal bagi santri dalam menyelesaikan sisa materi ujian.
Saat ini, santri kelas 6 TMI sedang berada di masa pertarungan sesungguhnya, sebuah perjuangan melelahkan yang akan menjadi kenangan manis saat fajar kelulusan menyapa nanti. Mari kita iringi langkah mereka dengan doa agar diberikan kemudahan dan hasil yang terbaik.

Tinggalkan Komentar