Selasa (21/4/2026). Puluhan santri RA Darul Muttaqien turun ke jalan untuk merayakan Hari Kartini dengan cara yang unik dan menggemaskan. Para santri ini memulai perayaan dengan menaiki kendaraan odong-odong mengelilingi desa sebelum unjuk bakat dalam gelaran Fashion Show di GOR Putra Pesantren Darul Muttaqien dengan tema Pakaian Profesi.
Keceriaan pecah saat anak-anak RA ini menaiki odong-odong. Dengan seragam berbagai profesi—mulai dari TNI, Polri, Dokter, hingga Pilot, Chef, Guru, Pramugari—mereka menyapa warga Jabon Mekar yang melintas.
Kesan unik terlihat saat odong-odong mulai berjalan; bukannya duduk tenang, para santri ini justru sibuk melambaikan tangan layaknya pejabat negara yang sedang dikawal. Gelak tawa warga pecah melihat “polisi cilik” dan “dokter kecil” ini saling berebut tempat di barisan pinggir agar bisa lebih dekat menyapa warga.
Setelah puas berkeliling desa, rombongan mendarat di GOR Putra. Di sinilah aksi mereka dimulai, satu per satu santri menunjukkan keberaniannya bergaya di depan guru dan teman-temannya. Sang Pilot Cilik Khiar, yang mengenakan seragam pilot lengkap dengan kacamata hitam, memberikan alasan saat ditanya mengapa memilih baju tersebut, “Aku mau jadi pilot biar nanti bisa bawa pesawat sendiri untuk ajak Mama dan Papa pergi jalan-jalan,” ucapnya dengan polos.
Lain lagi dengan Zaki, yang mengenakan seragam oranye khas Pemadam Kebakaran (Damkar), ia berpose sigap. “Aku mau jadi pemadam karena keren bisa semprot air banyak-banyak dan suka bantu kucing yang terjebak di pohon,” katanya
Kegiatan ini bukan sekadar ajang pamer kostum. Pihak sekolah ingin menanamkan rasa percaya diri dan mengenalkan beragam cita-cita kepada anak-anak sejak usia dini, selaras dengan semangat perjuangan R.A. Kartini dalam mengejar impian.
Salah satu guru RA Darul Muttaqien, Ustazah Atin, menjelaskan tujuan utama dari kegiatan ini, “agar anak-anak berani bermimpi setinggi langit dan percaya diri tampil di depan orang banyak. Kami ingin mereka paham bahwa apapun profesinya nanti, mereka harus punya semangat seperti Ibu Kartini yang pantang menyerah dan bermanfaat bagi orang lain.”
Acara ditutup dengan pembagian bingkisan yang berisi dengan makanan. Melalui kegiatan ini, RA Darul Muttaqien berhasil menyulap peringatan Hari Kartini menjadi momen edukasi yang penuh keceriaan bagi para santri.

Tinggalkan Komentar