BOGOR – Suasana haru dan khidmat menyelimuti GOR Putra Pesantren Darul Muttaqien pada hari Ahad, 3 Mei 2026. Puluhan santri, wali santri, dan dewan guru berkumpul dalam acara Haflah Takhorruj santri akhir TMI putra angkatan ke-32. Acara ini menjadi momentum penting sebagai tanda berakhirnya masa pendidikan para santri di pesantren dan kesiapan mereka untuk terjun ke “Pesantren Raya” atau masyarakat luas.
Pimpinan Pesantren Darul Muttaqien, KH. Mad Rodja Sukarta, dalam sambutannya memberikan motivasi yang sangat mendalam kepada para wisudawan. Beliau berharap agar para lulusan angkatan ini tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi penggerak nilai-nilai Islam di tengah masyarakat.
“Insya Allah, kalian akan menjadi pelopor akidah, pelopor akhlak, dan pelopor peradaban,” pesan KH. Mad Rodja Sukarta di hadapan para santri. Beliau juga menekankan pentingnya introspeksi diri daripada menyibukkan diri mencari kekurangan orang lain, serta selalu bersyukur atas setiap manfaat yang bisa diberikan sebagai alumni Darul Muttaqien.
Lebih lanjut, pimpinan mengingatkan para santri untuk selalu memuliakan kaum ibu. Beliau menegaskan bahwa kesejahteraan dan kemajuan peradaban tidak boleh diserahkan kepada orang lain, melainkan harus dibangun kembali dengan merujuk pada aturan Allah dan ketauladan Rasulullah SAW. Menariknya, beliau juga mengungkapkan bahwa seluruh tata letak, pewarnaan, hingga rancangan teknis acara Haflah ini adalah hasil karya murni para santri, yang menunjukkan kemandirian dan kreativitas mereka selama belajar di pesantren.
Ananda Fadli Ujung, yang hadir di depan podium mewakili rekan-rekan wisudawan angkatan ke-32, mengungkapkan rasa bangga yang luar biasa atas pencapaian mereka hari ini. Dalam pidatonya, ia menyampaikan bahwa menempuh pendidikan di Darul Muttaqien telah memberikan identitas diri yang kuat bagi mereka.
“Menjadi alumni dari Pesantren Darul Muttaqien adalah sebuah kebanggaan bagi kami. Senyum dan cahaya kegembiraan yang terpancar dari wajah kami hari ini adalah bukti syukur atas bimbingan para guru dan orang tua,” tutur Fadli dengan penuh semangat.
Perwakilan wali santri memberikan sambutan turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pimpinan pesantren dan seluruh jajaran dewan Guru. Orang tua menyadari bahwa kontribusi pesantren dalam mendidik karakter anak-anak selama enam tahun penuh jauh lebih besar dibandingkan waktu yang dihabiskan anak-anak di rumah.
Para orang tua pun menitipkan pesan agar giroh kebersamaan dan moto “bersatu dalam akidah, bertoleransi dalam khilafiyah, serta bersama dalam ibadah dan muamalah” tetap dijaga oleh anak-anak mereka di mana pun mereka berkiprah nantinya.
Menjelang akhir acara, dilakukan penyerahan wakaf untuk Pesantren secara simbolis dari perwakilan alumni kepada Pimpinan Pesantren dan Ketua Yayasan. Rangkaian Haflah Takhorruj kemudian ditutup dengan sesi foto bersama seluruh wisudawan bersama pimpinan dan dewan guru dalam suasana yang penuh haru dan kebahagiaan, kemudian secara resmi ditutup dengan bersalam-salaman.

Tinggalkan Komentar