PARUNG — Menjadi seorang santri di era modern bukan lagi sekadar tentang duduk bersila dan pandai mengaji di dalam masjid maupun kelas. Lebih dari itu, santri hari ini membuktikan bahwa mereka bisa menjadi apa saja sesuai dengan impian mereka. Pesantren sama sekali tidak mengekang minat dan bakat para santri; sebaliknya, lembaga pendidikan Islam ini justru menjadi laboratorium luas yang membebaskan dan mendukung penuh setiap potensi unik yang dimiliki generasi muda.
Semangat kebebasan berkarya inilah yang tercermin dalam pergelaran Talent Day Santri Putri 2026 yang sukses digelar di GOR Putri pada Sabtu, 23 Mei 2026. Acara tahunan ini menjadi panggung spektakuler bagi seluruh santri putri untuk menampilkan hasil latihan keras dari berbagai kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) yang mereka ikuti sepanjang tahun, sesuai dengan minat dan bakat masing-masing.
Acara yang berlangsung meriah ini dihadiri langsung oleh Pimpinan Pesantren, KH Mad Rodja Sukarta. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kemandirian bagi setiap santri dan guru dalam mengenali serta mengoptimalkan potensi yang dititipkan oleh Allah SWT.
KH Mad Rodja Sukarta mengingatkan bahwa keberhasilan sejati tidak muncul secara instan, melainkan melalui sebuah proses panjang. Beliau mengumpamakannya seperti sebuah pohon besar yang awalnya hanya tumbuh dari batang sekecil jari kelingking.
“Tidak ada potensi yang bisa tumbuh maksimal kecuali potensi itu digali oleh diri masing-masing. Kalau guru dan santri melakukan gali potensi diri masih dikomandoi oleh orang lain, yakini bahwa yang tahu potensi, yang tahu kekurangan, yang tahu cita-cita ke depan adalah diri sendiri ,” ujar KH Mad Rodja Sukarta di hadapan ratusan santri.
Beliau juga menambahkan bahwa ajang Talent Day ini harus menjadi pemantik evaluasi dan dinamika positif ke depan. “Mudah-mudahan Talent Day hari ini merupakan sebuah pertanda dinamika supaya lebih baik daripada yang lalu, dan yang akan datang harus lebih baik daripada Talent Day hari ini ,” tegas beliau.
Beliau juga mengajak seluruh santri untuk terus belajar tanpa henti, karena proses belajar baru akan selesai saat nyawa sudah tidak dikandung badan.
Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh dewan guru yang turut memberikan dukungan moral dari bangku penonton. Mereka menyaksikan langsung kelincahan, kreativitas, dan kebolehan para santri TMI putri dalam berbagai lini seni, keterampilan, hingga ketangkasan.
Untuk berbagi inspirasi, panitia juga turut mengundang santri kelas 6 SDIT dan santri SMPIT Darul Muttaqien. Kehadiran para siswa yang notabenenya merupakan siswa sekolah pulang-pergi (fullday) ini diharapkan dapat memberikan mereka gambaran nyata tentang luasnya ruang kreativitas di dalam dunia pesantren.
Kemeriahan Talent Day Putri 2026 mencapai puncaknya pada aat grand closing yang begitu spektakuler. GOR Putri seketika bergemuruh saat seluruh santri dari serentak turun dan memenuhi area panggung hingga meluap ke depan barisan penonton untuk menyajikan penampilan akhir bersama. Penampilan tersebut menjadi tanda berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan dengan catatan kesuksesan yang sangat meriah.
Tinggalkan Komentar