32 Tahun Kiprah Pesantren Darul Muttaqien

Rasanya baru kemarin kita datang dan bergabung ke Darul Muttaqien. Rasanya kita baru kemarin menginjakkan kaki pertama kali untuk ikut berjuang di Darul Muttaqien. Begitulan karakter waktu, berlalu sangat cepat. Tiga puluh dua tahun (1988 – 2020) kita bersama-sama merasakan suka duka berjuang di lembaga pesantren ini, dari area pesantren 1,8 ha,  berkat pertolongan Allah SWT, hingga saat ini area perjuangan pesantren terus berkembang.

Sejak berdirinya, dari tahun ke tahun Pondok Pesantren Darul Muttaqien telah mengalami kemajuan yang cukup signifikan baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Hingga saat ini kegiatan pendidikan yang dikembangkan Pesantren Darul Muttaqien meliputi: TK Islam, SDIT, SMPIT, TMI (Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah), TPQ dan Diniyah Takmiliyah.

Tokoh-tokoh yang telah berjasa dalam pendirian Pesantren Darul Muttaqien diantaranya adalah KH Sholeh Iskandar (alm), H. Mohamad Nahar (alm), KH Abdul Manaf Mukhayyar (alm) dan KH Mahrus Amin. Tiga diantara empat pendiri telah meninggalkan kita, namun semangat perjuangan pesantren ini tidak boleh padam. Sosok KH. Sholeh Iskandar adalah pejuang sejati masa perang dan damai, KH Abdul Manaf Mukhayyar adalah pejuang yang bercita-cita mendirikan 1000 madrasah dengan jiwa kemandirian yang kokoh, adapun H Mohamad Nahar adalah  pejuang melalui pengorbanan harta. Sedangkan KH Mahrus Amin hingga hari ini terus menapaki jalan perjuangan meningkatkan kualitas umat melalui pengembangan pesantren di berbagai daerah di Indonesia.

Bukan hanya para tokoh pendiri yang telah meninggalkan kita, bahkan beberapa guru dan santri serta tokoh masyarakat lingkar pesantren yang telah ikut andil dalam perjuangan di Darul Muttaqien juga telah meninggalkan kita. Diantara mereka adalah : Ust H. Shodiq Maksudi, Ust Boeran Zaed, Ust Subhan, Ust Jumari, Ust Hasbi Razaq, H Mughni, Amil Husen, ananda Viki, ananda Baehaqi, Ust Asikin Kaban, Ust. Jajang Abdullah, dan Pak Bejo. Semoga Allah menerima amal baik mereka dan mengampuni segala kesalahan mereka dan memberikan surga di akherat kelak.

Di usianya yang ke 32 tahun ini, semoga Pesantren Darul Muttaqien bisa terus berkiprah di tengah-tengah ummat, memberikan solusi permasalahan ummat, dan terus eksis sampai hari kiamat kelak. Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *