Senin, 12 Mei 2025. Udara pagi yang sejuk menyambut rombongan dari Pesantren Rafah Rancabungur, Bogor, yang datang bersilaturrahim sekaligus belajar bareng di Pesantren Darul Muttaqien. Kunjungan ini terasa hangat, karena selain mempererat ukhuwah antar pesantren, kunjungan ini juga untuk studi tiru, khususnya tentang pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan pesantren.
Rombongan yang hadir terdiri dari delapan orang, yaitu 2 santri, 4 ustadz, dan 2 ustadzah. Mereka disambut oleh jajaran pengurus Pesantren Darul Muttaqien. Turut hadir dalam penyambutan: Ustadz H. Turhamun dan Ustadz Averus (wakil pimpinan pesantren), Ustadz Duklan (kepala rumah tangga), Dr. Ahmad Sastra (sekretaris pesantren), dr. Raihan (kepala klinik), Ustadz Yasin Dahlan (kepala koperasi), dan Ustadz Salim (humas pesantren). Suasana berlangsung santai dan akrab, dibalut semangat belajar dan saling berbagi pengalaman.
Tujuan utama dari kunjungan ini adalah untuk belajar langsung tentang sistem pengelolaan sampah di Darul Muttaqien, yang dikenal bersih, asri, dan rapi. Dalam sesi diskusi santai, Dr. Ahmad Sastra memaparkan: “Belajar itu butuh tempat yang luas, hijau, bersih, wangi, biar hati adem, pikiran jalan, kalo belajar di tempat kotor mana betah?” ungkapnya.
Bukan hanya sekadar teori, rombongan juga mendengar langsung rahasia kebersihan Darul Muttaqien. Salah satu kuncinya adalah keteladanan pimpinan. “Kunci kebersihan di sini itu keteladanan. Pimpinan pesantren bahkan turun langsung ngambil sampah, daripada cuma nyuruh-nyuruh,” papar beliau. “Dan keteladanan itu menular, dari pimpinan ke guru, terus ke santri, akhirnya jadi budaya, kebiasaan kita,” lanjutnya.
Setelah sesi ngobrol dan ngopi santai, rombongan diajak berkeliling melihat langsung beberapa titik pengelolaan sampah di pesantren. Mulai dari tempat pemilahan sampah plastik, area pembakaran sampah non-organik, hingga lokasi budidaya cacing tanah yang ternyata berasal dari pengolahan limbah makanan basah. Semua dijelaskan dengan detail dan terbuka.
Kunjungan hari itu menjadi pengalaman yang menyegarkan. Selain menambah ilmu, juga memperkuat ukhuwah antar pesantren. Bagi Darul Muttaqien, berbagi adalah bagian dari amanah sebagai pesantren wakaf untuk umat, memberi manfaat seluas-luasnya, termasuk dalam hal kebersihan dan lingkungan.

Tinggalkan Komentar