Semangat para santri putri membahana di Lapangan Hafsah Pesantren Darul Muttaqien pada Ahad, 25 Mei 2025. Talent Day menjadi wadah penting untuk menunjukkan potensi sekaligus menanamkan nilai akhlak, karakter, dan rasa percaya diri kepada para santri.
Di dalam kegiatan tersebut tersembunyi pesan mendalam, karena pendidikan bukan hanya soal pelajaran di kelas, tetapi juga bagaimana jiwa dan karakter tumbuh seiring bakat yang diasah.
KH. Mad Rodja Sukarta, Pimpinan Pesantren Darul Muttaqien, dalam sambutannya menyampaikan pesan, “Musibah yang paling merugikan adalah saat anak-anak kita tidak berakhlak, budi pekerti kita hancur, perilaku kita mengikuti perilaku hewan,” tegas beliau. Ungkapan ini menjadi pengingat bahwa kegiatan seperti Talent Day bukan sekadar ajang unjuk diri, tetapi bagian dari ikhtiar mencetak generasi beradab dan berakhlak mulia.
Beliau juga menekankan bahwa santri putri adalah amanah besar. “Anak-anak santri putri ini adalah titipan Allah, mari kita sama-sama hantarkan mereka menjadi anak yang sholehah,” ujarnya di hadapan para santri, dewan guru dan wali santri yang hadir. Melalui kegiatan ini, para santri belajar mengekspresikan diri dengan cara yang positif, kreatif, dan tetap dalam bingkai nilai-nilai keislaman.
Lebih lanjut, KH. Mad Rodja menuturkan bahwa keberlangsungan Darul Muttaqien hingga hari ini adalah buah dari doa-doa yang tak terputus. “Darul Muttaqien masih bisa berdiri sampai saat ini adalah karena doa, entah doa yang mana yang Allah kabulkan, pasti dari doa-doa umat kita,” ucap beliau penuh syukur.
Dalam kesempatan itu pula, beliau mengingatkan bahwa doa adalah senjata, inti dari ibadah, sekaligus benteng pertahanan dalam menghadapi zaman yang penuh tantangan.
Menutup sambutannya, KH. Mad Rodja mengajak para santri untuk terus tumbuh dan berkembang. “Lihatlah pohon di belakang kalian, jangan menjadi seperti pohon yang layu yang tidak bisa berkembang, kalian harus terus tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang baik dan bermanfaat di masyarakat,” serunya penuh harap.
Talent Day pun menjadi salah satu ikhtiar nyata untuk menyirami ‘pohon-pohon muda’ ini agar kelak berakar kuat dan berbuah lebat di tengah masyarakat.
Tinggalkan Komentar