Info Sekolah
Kamis, 28 Mei 2026
  • Pesantren Darul Muttaqien: Satu dalam aqidah, toleransi dalam khilafiyah, berjama'ah dalam ibadah dan muamalah.
  • Pesantren Darul Muttaqien: Satu dalam aqidah, toleransi dalam khilafiyah, berjama'ah dalam ibadah dan muamalah.
27 Mei 2026

Pimpinan Darul Muttaqien: Idul Adha Adalah Hari Berkurban dan Berempati, Bukan Pesta Pora

Rab, 27 Mei 2026 Dibaca 36x

Pesantren Darul Muttaqien menggelar pelaksanaan Sholat Idul Adha 1447 H pada Rabu, 27 Mei 2026 di Lapangan Ummul Qurra. Kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat dan dihadiri oleh seluruh santri putra dan putri, dewan guru, warga sekitar pesantren, serta sebagian wali santri.

Dalam sambutannya, pimpinan pesantren KH. Mad Rodja Sukarta menyampaikan bahwa Hari Raya Idul Adha harus dimaknai sebagai momentum pendidikan pengorbanan, kepedulian, dan rasa syukur kepada Allah SWT. “Hari Raya Idul Adha ini adalah hari lambang praktek dan doa pengorbanan yang harus kita tumbuhkan. Kita tepis hari pesta pora, hari pesta daging, hari yang melupakan diri kita atas nikmat yang Allah berikan,” ujar beliau di hadapan jamaah Sholat Idul Adha.

Beliau juga mengingatkan bahwa semangat Idul Adha tidak boleh berhenti hanya pada penyembelihan hewan kurban, tetapi harus diwujudkan dalam sikap empati dan kepedulian kepada sesama. “Jadikanlah bahwa Hari Raya Idul Adha ini adalah hari berkurban, hari berempati. Para santri hendaknya hari ini adalah sebuah pendidikan belajar berbagi, belajar menyayangi sesama, belajar bersosialisasi kepada sesama,” tutur beliau.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, beliau turut menyoroti pentingnya semangat berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan. “Kalaupun kita hari ini bisa menerima rezeki yang Allah berikan, maka akan lebih nikmat kalau kita berikan sebagian kepada saudara-saudara kita,” ungkapnya.

Selain menyampaikan pesan tentang makna Idul Adha, KH. Mad Rodja Sukarta juga memberikan nasehat kepada para santri dan guru agar menjaga semangat kemandirian, kesungguhan belajar, serta kepedulian sosial di lingkungan pesantren.

Beliau menegaskan bahwa pesantren bukan tempat untuk bermalas-malasan atau hanya menikmati fasilitas, melainkan tempat untuk belajar, beribadah, dan membentuk karakter. “Pesantren ini bukan tempat bersenang-senang, tetapi tempat belajar dan ibadah,” tegas beliau.

Beberapa poin penting yang disampaikan dalam sambutan tersebut di antaranya:

  • Idul Adha harus dimaknai sebagai hari pengorbanan dan empati sosial.
  • Santri harus belajar berbagi, saling membantu, dan peduli terhadap sesama.
  • Pesantren adalah tempat pembentukan karakter, ibadah, dan pendidikan akhlak.
  • Guru dan santri harus menjaga semangat kemandirian dan tidak menjadi “penikmat fasilitas”.
  • Para guru diingatkan untuk sungguh-sungguh membimbing dan memperhatikan perkembangan santri.
  • Generasi muslim diharapkan menjadi generasi yang lebih baik daripada generasi sebelumnya.
  • Pentingnya menjaga kesehatan, disiplin waktu, dan semangat menuntut ilmu.

Menutup sambutannya, beliau memanjatkan doa agar seluruh keluarga besar Pesantren Darul Muttaqien diberikan keselamatan dalam agama, kesehatan, keberkahan ilmu, serta menjadi hamba-hamba Allah yang beruntung di dunia maupun akhirat.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Sekilas Darul Muttaqien

Pondok Pesantren Darul Muttaqien terletak di wilayah desa Jabon Mekar Kecamatan Parung Kabupaten Bogor Jawa Barat. Resmi didirikan pada tanggal 18 Juli 1988 M.

Agenda

15
Mar 2025
waktu : 07:00
Agenda telah lewat
01
Mar 2025
waktu : 07:00
Agenda telah lewat
26
Des 2024
waktu : 07:00
Agenda telah lewat