PARUNG — Suasana haru, bangga, dan penuh rasa syukur menyelimuti GOR Putri pada Sabtu, 6 Juni 2026. SDIT Darul Muttaqin sukses menggelar acara Haflah Takhorruj untuk para santri Angkatan ke-22. Momen bersejarah ini dihadiri oleh Ketua Yayasan, Wakil Pimpinan, Pengawas SDIT dari Dinas Pendidikan, seluruh dewan guru, hingga segenap wali murid kelas 6 yang hadir untuk merayakan kelulusan putra-putri tercinta.
Acara yang berlangsung khidmat ini menjadi bukti nyata keberhasilan SDIT Darul Muttaqin dalam mencetak generasi cerdas yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki pondasi agama yang kuat.
Dalam sambutannya, Wakil Pimpinan, H. Turhamun, M.Pd., memaparkan pencapaian luar biasa yang berhasil diraih oleh lulusan tahun ini. Beliau merinci beberapa keberhasilan para siswa selama menempuh pendidikan:
“Ini adalah satu keberkahan buat kita semua memiliki anak yang Allah pilih dan Allah tetapkan menjadi anak-anak yang punya keterampilan membaca Al-Qur’an,” ungkap H. Turhamun.
Lebih lanjut, beliau berpesan kepada para wali murid mengenai pentingnya mencarikan lingkungan pendidikan lanjutan yang baik (Bi’ah Hasanah) bagi anak-anak di tengah perkembangan zaman yang pesat. Beliau merekomendasikan pondok pesantren sebagai wadah yang sangat kondusif agar fitrah dan potensi anak terus berkembang. Kepada para wisudawan, beliau memberikan pesan yang mendalam: “Jaga sholatnya, jangan tinggalkan sholat, tetap membaca Al-Qur’an sehingga itu menjadi bekal yang abadi buat anakku sekalian untuk menyongsong kehidupan masa depan“.
Rasa bangga yang sama turut disuarakan oleh Bpk. M. Rosid, S.Sos.I., selaku perwakilan wali murid dari ananda Faiha. Beliau menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga atas keikhlasan dan kesabaran para dewan guru yang telah membimbing anak-anak, terutama mengingat angkatan ini memulai tahun pertama sekolah mereka secara daring di tengah kondisi pandemi Covid-19.
Bpk. M. Rosid mengaku sangat terharu melihat perkembangan pesat anak-anak. “Baru kemarin kita antarkan anak kita bacaan Qur’annya masih terbata-bata,” kenangnya. “Tetapi 6 tahun tidak terasa kita menyaksikan sendiri, anak-anak kita sudah percaya diri, mandiri, berkepribadian“. Beliau juga sangat takjub karena di usia 12 hingga 13 tahun, banyak siswa yang tidak hanya hafal Juz 30, tetapi sudah melangkah menghafal Juz 29, 28, hingga 27.
Menutup sambutannya, Bpk. M. Rosid menyisipkan sebuah nasihat emas dari Imam Hasan al-Basri yang berbunyi, “Belajar ketika waktu kecil bagaikan mengukir di atas batu“. Ia memotivasi seluruh lulusan agar terus tekun menuntut ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu umum, karena apa yang mereka pelajari saat ini akan menancap kuat dan diingat selamanya.
Haflah Takhorruj Angkatan ke-22 ini bukan sekadar perayaan akhir masa sekolah dasar, melainkan pijakan awal bagi para siswa SDIT Darul Muttaqin untuk melangkah meraih cita-cita yang lebih tinggi dengan akhlakul karimah yang melekat di dada. Selamat untuk seluruh wisudawan, semoga sukses dan terus menjadi penyejuk hati bagi kedua orang tua!


Tinggalkan Komentar