Jangan Tunggu Keadaan Sempurna untuk Berbuat Baik

Bogor, 20 Agustus 2026 — Pesantren Darul Muttaqien kembali menggelar kegiatan Silaturrahmi dan Kamisan Pendidik pada Kamis (20/8/2026). Kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap Kamis ba’da salat Zuhur berjamaah ini menjadi ruang silaturrahmi sekaligus penguatan nilai spiritual bagi para pendidik di lingkungan Pesantren Darul Muttaqien.
Dalam tausiyahnya, Pimpinan Pesantren Darul Muttaqien KH. Mad Rodja Sukarta mengajak seluruh pendidik untuk memandang setiap perjalanan hidup sebagai bagian dari rencana Allah SWT. Menurut beliau, berbagai peristiwa yang terjadi dalam kehidupan tidaklah hadir tanpa hikmah.
Beliau mengingatkan bahwa manusia perlu memperkuat keyakinan dan terus melibatkan Allah dalam setiap langkah kehidupan. Salah satunya dengan menjaga doa sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.
“Hidup kita ini adalah penuh dengan doa-doa. Makanya yang paling penting ayo kita berdoa. Berdoa itu dalam sepanjang hidup,” ujar KH. Mad Rodja.
Menurut beliau, doa bukan hanya dipanjatkan ketika seseorang sedang menghadapi kesulitan. Dalam keadaan lapang dan mendapat nikmat, manusia juga harus terus bersyukur dan mendekatkan diri kepada Allah. Ia pun mengajak para pendidik untuk menjauhi sifat iri, dengki, sombong, malas, dan rasa cemas yang berlebihan dalam menghadapi kehidupan.
Dalam kaitannya dengan tugas sebagai pendidik, KH. Mad Rodja menegaskan bahwa perhatian kepada santri, termasuk mengurus, menegur, dan menyayangi mereka, merupakan bagian dari pengabdian yang bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat yang benar.
“Ngurus anak, menegur anak, menyayangi anak, maksudnya anak santri. Subhanallah. Jika niatnya itu kuat, antara seorang guru sebagai pendidik, sebagai murabi, sebagai mudabir, itu luar biasa,” tuturnya.
Lebih lanjut, beliau mengajak para pendidik untuk tidak menunggu keadaan sempurna ketika hendak melakukan kebaikan. Kebaikan, menurutnya, harus tetap diusahakan dalam kondisi apa pun, bahkan ketika lingkungan sekitar belum memberikan dukungan.
“Untuk menyampaikan kebaikan itu, jangan menunggu di luar diri kita. Sampaikanlah kebaikan itu sekalipun dalam kondisi yang sangat sempit, kondisi yang tidak mungkin,” pesannya.
Menutup tausiyahnya, KH. Mad Rodja mengajak seluruh pendidik untuk terus bersyukur, memperbanyak doa, menjaga kesehatan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Di tengah berbagai persoalan kehidupan, beliau menegaskan bahwa Allah harus tetap menjadi tempat bersandar dan memohon pertolongan.
Melalui kegiatan Kamisan ini, para pendidik kembali diingatkan bahwa amanah mendidik bukan sekadar menjalankan pekerjaan, tetapi juga bagian dari perjuangan untuk mengawal dan menyiapkan generasi yang lebih baik.

Saat ini belum ada komentar