Kebun Sawit Darul Muttaqien Terus Dikembangkan untuk Kemandirian Pesantren
BOGOR — Sebanyak 1.244 bibit sawit ditanam selama tiga hari, 23–25 Agustus 2026, sebagai bagian dari penanaman lanjutan kebun sawit Pesantren Darul Muttaqien yang berlokasi di Kota Dumai Provinsi Riau. Pengembangan kebun ini dilakukan secara bertahap untuk mengoptimalkan aset pesantren dan memperkuat kemandirian dalam mendukung keberlangsungan pendidikan santri.
Penanaman dilakukan di Blok Songkan, Ginting, dan Marpaung dengan luas sekitar 37 hektare. Kegiatan diawali dengan doa bersama guru dan karyawan ladang, pengarahan mengenai pengembangan perkebunan, makan bersama, kemudian dilanjutkan dengan penanaman secara simbolis oleh Bu Jannati bersama para guru.
Kebun Sawit Darul Muttaqien Seluas 212 Hektare
Secara keseluruhan, kebun sawit Darul Muttaqien memiliki luas sekitar 212 hektare. Lahan tersebut belum seluruhnya ditanami sehingga pengembangannya dilakukan secara bertahap sesuai dengan perencanaan.
Sejumlah blok telah lebih dahulu ditanami dan sebagian tanamannya kini sudah memasuki masa panen. Perkembangan ini menjadi langkah penting dalam pengelolaan aset produktif yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pesantren dalam jangka panjang.
Hasil perkebunan nantinya dapat menjadi salah satu sumber pendukung untuk berbagai kebutuhan pesantren, termasuk pengembangan program, fasilitas, dan layanan pendidikan bagi santri.
Karena itu, pengelolaan kebun sawit ditempatkan sebagai salah satu bagian dari upaya pesantren membangun kemandirian. Aset yang dikelola dengan baik diharapkan dapat ikut menopang keberlangsungan pendidikan dari waktu ke waktu.
Santri Dapat Belajar dari Kehidupan Perkebunan
Kehidupan di kebun juga dapat menjadi pengalaman belajar bagi santri. Mereka dapat melihat secara langsung bagaimana sebuah lahan dikelola, tanaman dirawat, pekerjaan dilakukan secara disiplin, hingga hasilnya dapat dimanfaatkan.
Dari proses tersebut, santri dapat mengenal pertanian, pengelolaan sumber daya, kewirausahaan, kerja keras, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Pengalaman semacam ini penting agar apa yang dipelajari di pesantren tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi juga dapat mereka lihat dalam kehidupan nyata.
Hal ini sejalan dengan harapan pendidikan Darul Muttaqien untuk membentuk santri yang berilmu, berakhlak, mandiri, kreatif, dan terampil.
1.244 Bibit Ditanam dalam Tiga Hari
Pada penanaman lanjutan di Blok Ginting dan Marpaung, tim ladang mencatat 1.244 batang bibit sawit telah ditanam selama tiga hari:
- 23 Agustus 2026: 517 batang
- 24 Agustus 2026: 428 batang
- 25 Agustus 2026: 299 batang
Penanaman akan dilanjutkan secara bertahap pada lahan yang belum ditanami. Proses ini membutuhkan waktu dan pengelolaan yang konsisten karena kebun seluas 212 hektare tidak dibangun dalam satu waktu.
Bagi Darul Muttaqien, pengembangan kebun tersebut merupakan bagian dari usaha menyiapkan sumber daya pesantren yang dapat menopang pendidikan dalam jangka panjang. Hasilnya diharapkan kembali kepada pesantren dan memberi manfaat bagi proses pendidikan serta kehidupan santri.

Saat ini belum ada komentar