Bogor, 8 Agustus 2026 — Pesantren Darul Muttaqien Bogor menggelar Apel Tahunan Khutbatul Arsy dalam rangka Pekan Olahraga, Seni, dan Pramuka (PORSEKA) ke-38 pada Sabtu (8/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Hafsah tersebut diikuti oleh santriwati, dewan guru, wali santri, serta para undangan.
Dalam kegiatan tersebut, sambutan Pimpinan Pesantren Darul Muttaqien disampaikan oleh Ust. Hendrizal Rasyid, S.S., selaku Kepala TMI, yang hadir mewakili Pimpinan Pesantren.
Dalam sambutannya, Ust. Hendrizal menegaskan bahwa pelaksanaan apel tahunan dan berbagai rangkaian kegiatan PORSEKA bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari proses pendidikan yang memberikan ruang kepada santri untuk belajar secara langsung melalui pengalaman dan tanggung jawab.
“Hadirnya kita di sini bukan hanya sekadar menyaksikan acara, upacara, atau atraksi saja. Yang kita saksikan di sini adalah satu bukti sebuah proses pendidikan, di mana kita lihat anak-anak kita mengelola seluruh acara ini.”
Ia menjelaskan, hampir seluruh bagian kegiatan dipersiapkan dan dilaksanakan oleh santriwati, mulai dari penerimaan tamu, pengaturan parkir, dokumentasi, pembawa acara, operator sound system, hingga pelaksanaan tugas-tugas dalam upacara.
Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti bahwa pendidikan di Pesantren Darul Muttaqien diarahkan untuk membentuk santri yang mandiri, tangguh, dan memiliki kemampuan untuk mengambil tanggung jawab. “Ini menunjukkan bahwa anak-anak kita, santri putri, adalah benar-benar santri yang sudah mandiri, sudah tangguh, sudah sangat luar biasa,” ungkapnya.
Ust. Hendrizal juga menyampaikan bahwa keterlibatan santri secara langsung dalam penyelenggaraan kegiatan merupakan bagian dari prinsip pendidikan pesantren, yaitu memberikan manfaat dan pengalaman sebesar-besarnya kepada santri.
Ia mencontohkan bagaimana santriwati mampu mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan dalam waktu yang relatif singkat. Bahkan berbagai kebutuhan teknis di lapangan, termasuk penataan latar kegiatan, dikerjakan secara mandiri oleh para santri.
Hal tersebut, menurutnya, menjadi sebuah kesyukuran sekaligus bukti bahwa proses pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman nyata dalam kehidupan pesantren.
Dalam kesempatan tersebut, Ust. Hendrizal juga menyampaikan pesan khusus kepada para wali santri yang hadir. Setelah melewati masa awal kehidupan di pesantren, para orang tua diharapkan dapat menjadi sumber kekuatan bagi anak-anaknya untuk terus menjalani proses pendidikan. “Tugas kita yang hadir di sini, Bapak dan Ibu yang hadir di sini, marilah kita kuatkan anak-anak kita.”
Ia mengingatkan bahwa kehidupan di pesantren merupakan bagian dari proses perjuangan yang tentu memiliki tantangan. Karena itu, ukuran keberhasilan seorang santri bukan hanya tentang apakah ia sudah merasa betah atau belum, tetapi juga tentang apakah ia semakin kuat dalam menjalani proses tersebut.
“Pertanyaannya bukan sudah betah apa belum, tapi pertanyaannya apakah kamu semakin kuat atau semakin lemah? Kalau kamu semakin kuat lanjutkan, kalau kamu semakin lemah maka belajarlah menjadi anak-anak yang kuat.”
Lebih lanjut, ia mengajak para wali santri untuk tidak membandingkan pengalaman anak-anak dengan kenyamanan yang mereka dapatkan di rumah. Sebaliknya, orang tua diharapkan membantu menanamkan nilai ketangguhan dan kesabaran dalam menjalani proses pendidikan. “Orang yang hebat, generasi yang kuat hanya lahir dari ketahanan terhadap keprihatinan.”
Ust. Hendrizal menegaskan bahwa seluruh pihak yang berada di lingkungan Pesantren Darul Muttaqien memiliki tujuan yang sama, yakni mempersiapkan generasi masa depan yang lebih baik, lebih kuat, dan lebih hebat.
Ia juga mengajak para wali santri dan seluruh keluarga besar pesantren untuk terus memberikan dukungan terhadap proses pendidikan para santri.
Di akhir sambutannya, Ust. Hendrizal memberikan apresiasi kepada seluruh santriwati yang telah berperan dalam menyukseskan kegiatan. Ia secara khusus mengapresiasi Jauhara Ibtisama dan Quinsha selaku ketua panitia PORSEKA ke-38 serta Ameera Salma selaku pembina upacara.
Apel Tahunan Khutbatul Arsy PORSEKA ke-38 menjadi salah satu momentum penting dalam mengawali rangkaian kegiatan tahun pendidikan 2026–2027. Lebih dari sekadar pembukaan kegiatan, momentum tersebut menunjukkan bagaimana santri diberi kesempatan untuk belajar memimpin, bekerja sama, bertanggung jawab, dan membangun ketangguhan melalui pengalaman nyata di lingkungan pesantren.

Tinggalkan Komentar