Pesantren Darul Muttaqien menggelar Rapat Tahunan Dewan Pembina Yayasan Darul Muttaqien yang dilanjutkan dengan silaturahmi bersama Dewan Guru, Sabtu (17/1/2026). Kegiatan ini menjadi forum evaluasi dan penegasan arah kebijakan pesantren dalam rangka penguatan mutu pendidikan dan tata kelola kelembagaan.
Rapat Dewan Pembina berlangsung di Gedung PSB Pesantren Darul Muttaqien pada pukul 08.00–10.00 WIB. Rapat dipimpin oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Darul Muttaqien Prof. Dr. KH. Didin Hafhiduddin, serta dihadiri oleh K. H. A. Cholil Ridwan, Lc., K. H. Mad Rodja Sukarta, Prof. Dr. K. H. Sofwan Manaf, M.Si., dan Dr. K. H. Hadiyanto Arief, S.H., M.Bs. Ketua Yayasan Darul Muttaqien H. M. Lutfi Nahar, S.E., turut hadir dalam rapat tersebut.
Salah satu anggota Dewan Pembina, K. H. Jamhari Abdul Jalal, Lc., berhalangan hadir karena sedang menjalani perawatan kesehatan. Seluruh peserta rapat menyampaikan doa agar beliau segera diberikan kesembuhan terbaik oleh Allah SWT serta senantiasa diberikan kekuatan.
Dalam rapat tahunan tersebut, Dewan Pembina membahas evaluasi pelaksanaan program pesantren serta merumuskan arah kebijakan strategis untuk pengembangan lembaga ke depan. Pembahasan difokuskan pada penguatan kualitas pendidikan, konsistensi nilai-nilai pesantren, serta peningkatan peran pesantren dalam menjawab tantangan pendidikan umat.
Ketua Dewan Pembina Yayasan Darul Muttaqien Prof. Dr. KH. Didin Hafhiduddin menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi masa depan. “Pesantren harus terus melahirkan generasi yang berkualitas, bermutu, memiliki kekuatan ilmiah, aqidah yang kokoh, serta jasad yang kuat,” ujarnya.
Usai rapat, kegiatan dilanjutkan dengan silaturahmi bersama Dewan Guru Pesantren Darul Muttaqien yang berlangsung di Aula Damaskus pada pukul 10.30–11.30 WIB. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. KH. Didin Hafhiduddin menyampaikan tausiah tentang peran pendidik pesantren sebagai garda terdepan pembentukan generasi yang unggul dan berkarakter.
Silaturahmi ini menjadi sarana penguatan komunikasi dan kebersamaan antara Dewan Pembina dan para pendidik. Selain mempererat hubungan kelembagaan, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat soliditas internal pesantren dalam menjalankan visi pendidikan yang berorientasi pada kualitas, nilai, dan keberlanjutan.

Tinggalkan Komentar