Senin pagi (6/4), suasana hangat menyelimuti seluruh area pendidikan seiring berakhirnya masa libur Idul Fitri. Ribuan santri kembali memadati lingkungan sekolah untuk melaksanakan upacara pembukaan awal masuk pembelajaran. Meski dilaksanakan serempak, kegiatan upacara berlangsung secara terpisah di unit masing-masing, mulai dari jenjang RA, SDIT, SMPIT, hingga TMI Putra dan TMI Putri.
Upacara kali ini terasa spesial karena dibalut dalam suasana Halal bi Halal. Setelah berminggu-minggu berkumpul bersama keluarga di kampung halaman, momen ini menjadi ajang melepas rindu sekaligus menyucikan hati. Pemandangan haru terlihat saat barisan santri mengular untuk bersalam-salaman dengan dewan guru. Senyum tulus dan jabat tangan erat menjadi simbol permohonan maaf dan kesiapan untuk memulai lembaran baru yang lebih bersih.
Dalam sambutannya yang penuh semangat, Ust. Syarif Hidayatullah memberikan motivasi mendalam bagi para santri yang mungkin masih merasakan beratnya berpisah dengan suasana rumah.
“Ayo, kita nyalakan kembali semangat belajar sebagai penuntut ilmu. Hampir satu bulan kita menikmati libur lebaran, sekarang saatnya kembali ke medan perjuangan,” ujar beliau dengan nada yang mengayomi.
Beliau juga mengingatkan pentingnya fokus dalam menuntut ilmu agar keberkahan tetap terjaga.
“Tinggalkan kenangan-kenangan manis selama liburan kemarin di rumah masing-masing, agar tidak mengganggu fokus belajar kalian di sini. Udkhuluu fil ma’ahad kaaffah—masuklah ke pesantren ini secara totalitas, lahir dan batin.”
Pemandangan kontras namun menggemaskan terlihat di Raudhatul Athfal (RA). Jika di jenjang lainnya suasana terasa formal dan khidmat, kelas-kelas RA justru berubah menjadi pesta kecil yang meriah.
Suasana halal bi halal di tingkat RA benar-benar mencerminkan suasana lebaran di rumah. Meja-meja kelas penuh dengan toples-toples kue lebaran yang dibawa dari rumah, jajanan khas kampung halaman para santri mungil tersebut serta tawa riang anak-anak yang asyik berbagi bekal sambil bercerita pengalaman mudik mereka.
Guru-guru RA pun dengan mendampingi, menjadikan momen ini bukan sekadar silaturahmi, tapi juga ruang bagi anak-anak untuk belajar berbagi dan beradaptasi kembali dengan lingkungan sekolah melalui cara yang menyenangkan.
Hari pertama ini bukan sekadar tanda dimulainya kegiatan belajar mengajar secara administratif, melainkan sebuah komitmen kolektif untuk kembali mengejar rida Allah melalui jalur pendidikan.

Tinggalkan Komentar