Info Sekolah
Kamis, 16 Apr 2026
  • Pesantren Darul Muttaqien: Satu dalam aqidah, toleransi dalam khilafiyah, berjama'ah dalam ibadah dan muamalah.
  • Pesantren Darul Muttaqien: Satu dalam aqidah, toleransi dalam khilafiyah, berjama'ah dalam ibadah dan muamalah.
3 April 2026

Pesan Mendalam Ketua Yayasan Darul Muttaqien di Momen Halal bi Halal: Refleksi Syukur dan Takdir Pendidik

Jum, 3 April 2026 Dibaca 216x

BOGOR – Usai penyampaian tausiyah dan arahan oleh pimpinan pesantren pada Halal bi Halal (3/4/2026), Ketua Yayasan Darul Muttaqien, H. M. Lutfi Nahar, S.E., memberikan sambutan yang menggugah hati di hadapan seluruh dewan guru dan pimpinan. Dalam suasana penuh kekeluargaan pasca-libur Idul Fitri, beliau menekankan bahwa esensi sejati dari silaturahmi ini adalah transformasi sikap menjadi pribadi yang lebih ikhlas dan bersyukur dalam menjalankan amanah.

M. Lutfi Nahar menegaskan bahwa profesi guru di Darul Muttaqien bukanlah sebuah kebetulan, melainkan takdir mulia yang dipilihkan oleh Allah SWT. Beliau mengajak seluruh tenaga pendidik untuk menjaga dan menjalankan takdir tersebut dengan performa terbaik sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada Sang Pencipta.

“Guru-guru di sini merupakan takdirnya menjadi guru. Kalau bukan takdirnya, tidak mungkin jadi guru. Nah, takdir inilah kita pelihara, kita jalankan dengan baik,” ujar H. M. Lutfi Nahar dalam sambutannya.

Dalam suasana yang khidmat, Ketua Yayasan berbagi kisah reflektif mengenai perjuangan kerabat dan pasien di rumah sakit yang kehilangan nikmat kesehatan. Beliau menceritakan betapa berharganya kemampuan untuk sekadar bernapas dan beraktivitas tanpa bantuan alat medis. Kisah ini diangkat untuk mengingatkan para guru agar tidak menyia-nyiakan kesempatan mengajar selagi raga masih bugar.

Beliau secara khusus mengisahkan seorang pasien pengidap kanker prostat yang sangat sedih karena tidak lagi bisa berdiri di depan kelas. Hal ini menjadi tamparan sekaligus motivasi bagi guru yang sehat untuk tidak mengeluh dalam bertugas.

Ketua Yayasan berharap semangat keikhlasan yang telah ditempa selama bulan Ramadan dapat terus dipertahankan. Dengan niat yang lurus, beliau optimis bahwa seluruh sivitas akademika Pesantren Darul Muttaqien akan mendapatkan rahmat dan keberkahan dalam hidup.

“Bayangkan, yang sakit saja masih ingat mengajar karena itu amal salehnya di kemudian hari. Makanya kita yang diberi kesehatan, jalankan takdir kita dengan baik,” pesan beliau menutup sambutannya.

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Sekilas Darul Muttaqien

Pondok Pesantren Darul Muttaqien terletak di wilayah desa Jabon Mekar Kecamatan Parung Kabupaten Bogor Jawa Barat. Resmi didirikan pada tanggal 18 Juli 1988 M.

Agenda

15
Mar 2025
waktu : 07:00
Agenda telah lewat
01
Mar 2025
waktu : 07:00
Agenda telah lewat
26
Des 2024
waktu : 07:00
Agenda telah lewat