Bogor – Pesantren Darul Muttaqien menggelar Apel Tahunan Pekan Olahraga, Seni, dan Pramuka (PORSEKA) ke-38 Santri Putri pada Sabtu (8/8/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh wali santri baru, santri RA, SDIT, SMPIT, TMI, TPQ, Diniyah, serta seluruh pendidik dan tenaga kependidikan Pesantren Darul Muttaqien sebagai penanda dimulainya rangkaian kegiatan PORSEKA tahun ini.
Bertindak sebagai pembina upacara, Ananda Ameera Salma, santriwati kelas 6 TMI, menyampaikan amanat tentang pentingnya membangun semangat perjuangan, kemandirian, dan optimisme dalam menempuh pendidikan di pesantren. Menurutnya, perjalanan panjang Pesantren Darul Muttaqien selama 38 tahun merupakan bukti bahwa cita-cita besar hanya dapat diwujudkan melalui pengorbanan, doa, dan kerja keras yang berkelanjutan.
Dalam pidatonya, Ameera mengajak para santri baru untuk menanamkan tekad yang kuat sejak hari pertama berada di pesantren. Ia mengibaratkan santri sebagai anak panah yang melesat menuju tujuan dan tidak kembali sebelum mencapai cita-citanya.
“Santri yang belajar di Pesantren Darul Muttaqien harus laksana anak panah, jika telah lepas dari busurnya pantang ia kembali. Dia akan melesat jauh mencari sasaran yang dituju. Pantang ia menyerah, pantang ia mengeluh, pantang ia menangis, pantang ia bermalas-malasan,” tegasnya.
Kepada para wali santri, Ameera juga mengajak agar mengikhlaskan putri-putrinya belajar di pesantren. Ia menjelaskan bahwa setiap proses yang dijalani santri merupakan bagian dari pendidikan untuk membentuk mental, kemandirian, serta karakter yang kuat sebagai muslimah pejuang. Santriwati Darul Muttaqien diharapkan mampu meneladani sosok-sosok muslimah besar seperti Siti Khadijah, Siti Aisyah, Siti Fatimah Az-Zahra, Rabiatul Adawiyah, hingga Cut Nyak Dien dalam semangat perjuangan, pengabdian, dan kecintaan kepada Allah SWT.
Lebih lanjut, Ameera mengingatkan bahwa menjadi santri berarti siap mengabdikan diri untuk umat. Ia menegaskan bahwa kehidupan di pesantren bukan sekadar belajar, tetapi juga menyiapkan kader-kader perjuangan yang akan membawa manfaat di tengah masyarakat.
“Tugas kita bukan hanya makan, tidur dan bermain-main atau bersenang-senang saja. Melainkan kita sedang berjuang di jalan Allah. Maka kuatkan niatmu, kokohkan tekadmu, bangkitkan semangatmu menjadi penerus perjuangan Rasulullah,” ujarnya.
Menutup amanatnya, Ameera mengajak seluruh santri menjadikan momentum PORSEKA ke-38 sebagai awal untuk terus melahirkan karya dan prestasi terbaik. Ia juga mengutip pesan Pimpinan Pesantren bahwa setiap tantangan harus dijawab dengan lebih banyak solusi dan semangat berjuang.
“Kalau ada 10 masalah kita harus punya 100 solusi, kalau ada 100 masalah kita punya 1.000 solusi, jika ada 1.000 masalah maka kita harus punya 1 juta solusi,” tuturnya mengutip pesan Pimpinan Pesantren.
Apel Tahunan PORSEKA ke-38 ini menjadi momentum untuk memperkuat semangat juang, ukhuwah, sportivitas, dan kreativitas santri melalui berbagai kegiatan olahraga, seni, dan kepramukaan, sekaligus meneguhkan komitmen Pesantren Darul Muttaqien dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap mengabdi kepada agama, bangsa, dan masyarakat.

Tinggalkan Komentar