Selasa, 21 Sep 2021
  • Pesantren Darul Muttaqien : Satu dalam Aqidah, Toleransi dalam Khilafiyah, Berjama'ah dalam Ibadah

TEKNIS PERPULANGAN DAN KEDATANGAN SANTRI

PROTOKOL KESEHATAN PERPULANGAN DAN KEDATANGAN SANTRI
BAGIAN PENGASUHAN PESANTREN DARUL MUTTAQIEN

I. MEKANISME PERPULANGAN
A. Ketentuan umum perpulangan santri
• Orang tua/wali santri yang menjemput harus dalam kondisi sehat, jumlah penjemput santri maksimal 2 orang dan mentaati protokol kesehatan.
• Orang tua/wali santri mentaati tata tertib pesantren, berpakaian sopan, menjemput putra/putrinya hanya sampai gerbang utama/parkir utama pesantren dan tidak turun dari kendaraan dengan sistem drive thru
• Santri yang dijemput diwajibkan menggunakan pakaian seragam yang sesuai dengan hari masuk sekolah dan bersepatu.
• Santri hanya diperbolehkan dijemput pada jadwal yang telah ditentukan (Nama-nama santri per kelas terlampir)

B. Teknis perpulangan santri
1. Kendaraan masuk melalui gerbang utama dan memastikan identitas putra/putrinya sudah ditempelkan di kaca depan mobil sebelum masuk pesantren. Kemudian pengecekan suhu tubuh dan kendaraan disemprot disinfektant.
(Blanko identitas santri dapat didownload di website Darul Muttaqien).
2. Kendaraan di parkirkan di tempat parkir atas/SDIT.
(Orang tua/wali santri tidak diperkenankan turun dari kendaraan tetap menunggu di tempat parkir sampai dipanggil oleh petugas menuju tempat penjemputan santri).
3. Kendaraan menuju stand penjemputan, Orang tua/wali santri tetap berada dikendaraan,
4. Santri yang sudah terjadwal menunggu di aula SDIT dipanggil menuju stand penjemputan mengisi daftar hadir dan mengambil surat izin liburan.
5. Santri memasukkan barang-barang ke kendaraan dan meninggalkan pesantren.

 

II. MEKANISME KEDATANGAN
A. Ketentuan umum kedatangan santri
• Orang tua/wali santri harus mengkarantina/mengisolasi mandiri putra/putri selama 14 hari di rumah sebelum datang ke pesantren.
(Surat keterangan karantina mandiri di rumah bisa didownload di website pesantren untuk diisi, ditandatangani orang tua / wali santri dan di bawa ke pesantren saat kedatangan santri dibubuhi materai 10.000).
• Orang tua/wali santri melakukan cek kesehatan kepada putra/putrinya dan membawa hasilnya ke pesantren saat kedatangan santri.
• Orang tua/wali santri menyerahkan surat kesediaan berangkat ke pondok, kesiapan belajar dan penyerahan putra/putrinya ke pesantren saat kedatangan santri serta bersedia tidak dikunjungi selama masa pandemi.
(surat kesedian bermaterai, kesiapan belajar dan penyerahan santri bisa didownload di website pesantren).
• Orang tua/wali santri yang mengantar harus dalam kondisi sehat, jumlah pengantar santri maksimal 2 orang dan mentaati protokol kesehatan.
• Orang tua/wali santri mentaati tata tertib pesantren, berpakaian sopan, mengantar putra/putrinya hanya sampai gerbang utama/parkir utama pesantren dan tidak turun dari kendaraan dengan sistem drive thru
• Orang tua/wali santri ketika mengantar betul-betul membawa persyaratan kedatangan dan perlengkapan mukim putra/putrinya, tidak diperkenankan kembali menemui atau diajak
keluar pesantren dengan alasan apapun. Setelah mengantar putra/putrinya harus segera pulang.
• Santri yang kurang sehat, tidak diperkenankan kembali ke pesantren sampai benar-benar sehat mendapat keterangan dari dokter.
• Apabila santri yang datang dinyatakan positif tes swab antigen maka orang tua / wali santri akan dihubungi oleh tim dokter untuk dijemput kembali.
• Santri diwajibkan menggunakan pakaian yang sesuai dengan peraturan Pesantren Darul Muttaqien (rapih dan sopan) :
– Santriwan : Memakai kemeja/koko dan celana bahan.
– Santriwati : Memakai gamis/abaya.
• Santri hanya diperbelohkan ke pesantren pada jadwal yang telah ditentukan (Nama-nama santri per kelas terlampir)

B. Teknis kedatangan santri
1. Kendaraan masuk melalui gerbang utama dan memastikan identitas putra/putrinya sudah ditempelkan di kaca depan mobil sebelum masuk pesantren. Kemudian pengecekan suhu tubuh dan kendaraan disemprot disinfektant.
(Blanko identitas santri dapat didownload di website Darul Muttaqien).
2. Kendaraan di parkirkan di tempat parkir atas/SDIT.
(Orang tua/wali santri dan santri tidak diperkenankan turun dari kendaraan tetap menunggu di tempat parkir sampai dipanggil oleh petugas menuju tempat menurunkan barang).
3. Kendaraan menuju stand penurunan barang, Orang tua/wali santri tetap berada dikendaraan,
4. Santri turun dari kendaraan menuju stand kehadiran dan kesehatan (Pengecekan suhu badan, memakai masker dan memakai hand sanitizer)
5. Santri berpamitan kepada orang tua/wali santri dan menurunkan barang di bantu oleh petugas.
6. Sterilisasi barang-barang santri dan santri masuk bilik sterilisasi.
7. Santri masuk gerbang SDIT menuju Aula
a. Stand kesehatan : Pemeriksaan kesehatan/Swab Antigen (Biaya mandiri)
b. Stand pengasuhan : Penyerahan surat surat persyaratan kedatangan santri:
(Surat kesehatan, surat kesediaan berangkat ke pesantren dengan mentaati seluruh protokol kesehatan dan aturan pesantren, surat pernyataan karantina mandiri)
8. Santri menuju stand asrama, mengisi daftar hadir dan diperiksa barang barang perlengkapan santri yang wajib dibawa sebagai persyaratan protokol kesehatan dan dipastikan mandi sebelum ke asrama dan pemeriksaan barang barang terlarang.
9. Santri masuk kamar, mengganti pakaian. Pakaian yang sebelumnya di pakai langsung di kemas untuk di cuci/laundry, menggunakan tas laundry.
10. Santri mengikuti program asrama selanjutnya.

Lampiran (silahkan downlowad dengan cara klik)
1. Surat keterangan karantina mandiri.
2. Surat kesediaan tentang penyerahan santri dan kesiapan belajar di pesantren.
3. Blanko identitas santri.
4. Jadwal perpulangan dan kedatangan (Santri Putra)

5. Jadwal perpulangan dan kedatangan (Santri Putri)

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR