Parung (6/11/2025), Suasana Masjid Putih Pesantren Darul Muttaqien pagi itu terasa berbeda dari biasanya. Tawa riang dan celoteh anak-anak terdengar bersahutan ketika 288 siswa-siswi SDIT Nurul Iman tiba untuk mengikuti kegiatan Pesantren Kilat dan Tahfidz Camp.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian dua hari pesantren kilat yang mereka jalani. Sebelumnya, pada Rabu (5/11), para peserta telah melaksanakan kegiatan serupa di sekolah mereka, sebelum akhirnya melanjutkan petualangan belajar di lingkungan pesantren pada Kamis (6/11).
Rombongan yang terdiri dari siswa kelas 1 hingga 3 ini datang bersama 60 guru pembimbing. Setibanya di pesantren, mereka disambut hangat oleh kakak-kakak santri kelas 4 TMI di Masjid Putih. Suasana pun menjadi riuh, bukan karena gaduh, tapi karena antusiasme anak-anak yang begitu besar melihat lingkungan baru.
“Capek, soalnya luas banget pondoknya, tapi seru aku seneng bisa jalan-jalan ke sini ngelihat acara santri,” ujar salah satu siswa kelas 2 dengan wajah polos namun sumringah ketika ditemui oleh tim kami.
Setelah acara sambutan, para peserta diajak berkeliling untuk melihat langsung kegiatan santri di lingkungan pesantren. Mereka berkunjung ke kawasan santri putra, melihat asrama, kelas, hingga area belajar para santri. Rasa penasaran anak-anak tampak jelas saat melihat dinamika kehidupan pesantren yang penuh kedisiplinan tapi tetap hangat.
Perjalanan dilanjutkan ke wilayah santri putri, sebelum akhirnya rombongan beristirahat di Gedung Serbaguna (GSG). Sambil beristirahat dan menikmati suasana, para guru pembimbing mengumumkan para pemenang lomba-lomba tahfidz yang telah dilaksanakan sehari sebelumnya di sekolah. Tepuk tangan dan sorak kegembiraan pun kembali memenuhi ruangan.
Kegiatan kunjungan ini bukan hanya menjadi ajang rekreasi edukatif, tetapi juga pengalaman berharga bagi anak-anak untuk mengenal lebih dekat dunia pesantren dan kehidupan santri.
Dengan wajah ceria dan langkah kecil yang mulai lelah, para siswa SDIT Nurul Iman pulang membawa kenangan baru, bahwa belajar agama tak selalu harus di dalam kelas, tapi bisa juga lewat pengalaman, tawa, dan kebersamaan.

Masyallah tabaarokallah
Sukses selalu buat pesantren darul muttaqin dan juga SDIT Nurul Iman
Aamiin.. Terimakasih pak
Tinggalkan Komentar