Rabu, 14 Januari 2026, Pesantren Darul Muttaqien telah melaksanakan Amaliyah Tadris perdana bagi santri kelas 6 Tarbiyatul Mu’allimin wal Mu’allimat al-Islamiyah (TMI) dengan mata pelajaran Mutholaah, bertempat di Aula Damaskus untuk santri putra dan Gedung Serbaguna untuk santri putri. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam rangka menyiapkan para santri menjadi pendidik yang ideal serta penerus risalah pendidikan Rasulullah SAW.
Amaliyah Tadris merupakan bagian dari kurikulum pesantren yang berfungsi sebagai praktik langsung mengajar (micro teaching) setelah para santri mendapatkan pembekalan intensif dari para guru ahli sebelumnya. Pembekalan tersebut mencakup metode mengajar, penyusunan materi ajar (i’dad), sikap seorang pendidik, bahasa pengantar mengajar, serta teknik evaluasi (naqd) agar santri mampu mengenali dan memperbaiki metode pengajaran secara profesional.
Dalam kesempatan perdana ini, Ananda M. Fazly Ujung dan Ananda Sazwana Ramadhani terpilih untuk maju sebagai santri pertama yang menampilkan praktik mengajar di depan teman-teman sekelas dan pengajar lainnya. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang latihan, tetapi juga wadah evaluasi dan refleksi agar santri siap menjadi pendidik yang kompeten setelah menyelesaikan pendidikan TMI.
Kegiatan Amaliyah Tadris sendiri merupakan bagian tak terpisahkan dari visi TMI Darul Muttaqien dalam mencetak generasi pendidik yang cerdas, berintegritas, dan mampu mencerdaskan umat. Dari sejak awal santri memasuki kelas 6 hingga akhir kegiatan praktek, setiap proses dirancang untuk memupuk kepercayaan diri, keahlian pedagogik, dan etos mengajar yang profesional.
Amaliyah Tadris bukan sekadar ujian, tetapi sebuah perjalanan pendidikan untuk membentuk santri yang bisa mengajar dengan hati dan ilmu yang matang. Kegiatan ini menjadi salah satu bukti komitmen Darul Muttaqien dalam menghasilkan pendidik generasi masa depan yang unggul dan berakhlakul karimah.

Tinggalkan Komentar