Ramadhan Tanpa Libur: Santri Akhir TMI Darul Muttaqien Gembleng Diri Melalui Program “CINDAN”
BOGOR — Pondok Pesantren Darul Muttaqien kembali menegaskan komitmennya dalam pembentukan karakter unggul melalui program khusus “Cinta Ramadhan” (Cindan) 1447 H. Berbeda dengan santri kelas 1 s/d kelas 5, seluruh santri kelas 6 Tarbiyatul Mu’allimin wal Muallimat Al Islamiyah (TMI) harus tetap mukim di pondok hingga 1 Syawal 1447 H.
Kegiatan yang berlangsung mulai 7 hingga 20 Maret 2026 ini mengusung tema “Merajut Kebersamaan dalam Hangatnya Cinta Ramadhan Menuju Pribadi yang Lebih Baik”. Program ini dirancang sebagai keterpaduan sistem pendidikan untuk memberikan nutrisi mental dan spiritual bagi santri sebelum mereka terjun ke masyarakat.
Selama program Cindan berlangsung, para santri akhir menjalani rangkaian kegiatan amaliyah dan keilmuan yang padat, di antaranya:
- Kajian Kitab Kuning: Pendalaman materi melalui kajian kitab Safinah dan Jurumiyah secara rutin.
- Ujian Akhir Pengasuhan: Praktik langsung menjadi imam shalat, khutbah, dan memimpin tahlil sebagai bentuk kaderisasi pemimpin umat.
- Keterampilan Praktis Ibadah: Teori dan praktik pengurusan jenazah serta metode Qiroati jilid 1-6.
- Wawasan Pengobatan Nabawi: Pelatihan teori dan praktik bekam serta materi Ruqyah Syar’iyyah.
- Pengembangan Kepemimpinan & Bahasa: Materi mengenai kepemimpinan dalam Al-Quran, motivasi bahasa Arab, serta fast learning English.
- Manajemen Sosial Keagamaan: Pengelolaan zakat fitrah, i’tikaf, hingga persiapan teknis shalat Idul Fitri.
Program Cindan ini menitikberatkan pada pemahaman keislaman, kerjasama, dan manajemen organisasi agar santri mampu mengaplikasikannya dalam kehidupan nyata. Melalui kemandirian selama bulan suci ini, Darul Muttaqien optimis dapat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga tangguh secara spiritual dan siap berkontribusi bagi peradaban umat.


Saat ini belum ada komentar