Beranda » Berita » Upacara Mingguan Santri TMI Darul Muttaqien, Pesan “Struggling in Life” untuk Terus Berjuang

Upacara Mingguan Santri TMI Darul Muttaqien, Pesan “Struggling in Life” untuk Terus Berjuang

Upacara Mingguan Santri TMI Darul Muttaqien: Belajar Disiplin dan Berjuang

Bogor — Pesantren Darul Muttaqien kembali melaksanakan upacara mingguan santri TMI pada Sabtu pagi pukul 06.15 WIB. Kegiatan rutin ini menjadi bagian dari pembinaan kedisiplinan, kepemimpinan, dan karakter santri dalam kehidupan sehari-hari di pesantren.

Upacara mingguan santri TMI tidak hanya menjadi agenda rutin setiap pekan. Melalui kegiatan ini, para santri juga mendapat kesempatan untuk belajar menjalankan tanggung jawab, memimpin, serta menyampaikan gagasan di hadapan seluruh peserta upacara.

Dalam pelaksanaannya, pembina upacara berasal dari santri kelas 6 TMI, sementara sejumlah petugas lainnya, seperti pemimpin upacara dan dirigen lagu Indonesia Raya, diemban oleh santri kelas 3 TMI. Pembagian tugas tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran dan kaderisasi kepemimpinan santri.

“Struggling in Life”, Pesan untuk Tidak Takut Berjuang

Pada upacara kali ini, pembina menyampaikan amanat berbahasa Inggris dengan tema “Struggling in Life”, yang berarti berjuang dalam kehidupan.

Dalam pidatonya, pembina mengingatkan bahwa seorang Muslim memiliki beberapa kewajiban penting yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Di antaranya adalah melaksanakan salat tepat waktu, menaati orang tua, serta berjuang di jalan Allah.

“According to this hadith, we are as a Muslim, we must do three working that God must like them. They are, praying on time, obeying his parents, and struggling in the way of Allah.”
“Menurut hadis ini, sebagai seorang Muslim kita harus melakukan tiga hal yang Allah sukai, yaitu melaksanakan salat tepat waktu, menaati orang tua, dan berjuang di jalan Allah.”

Pesan tersebut mengingatkan para santri bahwa kehidupan di pesantren bukan hanya tentang mendapatkan ilmu, tetapi juga tentang membangun kebiasaan baik dan menjalankan kewajiban sebagai seorang Muslim.

Santri Diajak Menjauhi Kemalasan

Pembina juga menekankan pentingnya membangun semangat untuk berusaha. Menurutnya, Islam tidak mengajarkan umatnya untuk hanya menunggu hasil tanpa melakukan ikhtiar.

“Islam doesn’t belong to lazy people, who just wait for the miracle from the sky.”
“Islam bukan untuk orang-orang yang malas, yang hanya menunggu keajaiban turun dari langit.”

Karena itu, setelah menjalankan ibadah, seorang Muslim tetap harus berusaha memenuhi kewajibannya. Bagi santri, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui kesungguhan dalam belajar, menaati aturan pesantren, menyelesaikan tanggung jawab, dan terus memperbaiki diri.

Berbakti kepada Orang Tua

Selain disiplin dalam beribadah dan bekerja keras, amanat upacara juga mengingatkan santri mengenai besarnya peran orang tua dalam perjalanan pendidikan mereka.

Pembina menyampaikan bahwa orang tua telah memberikan banyak hal agar anak-anaknya dapat tumbuh, belajar, dan memperoleh pendidikan. Kesempatan untuk menuntut ilmu di pesantren juga tidak terlepas dari dukungan dan perjuangan mereka.

Karena itu, berbakti kepada orang tua bukan sekadar kewajiban, tetapi juga bentuk penghargaan atas pengorbanan yang telah diberikan.

Berjuang untuk Agama dan Pesantren

Pesan utama dalam amanat tersebut kemudian mengarah pada pentingnya perjuangan. Pembina mengingatkan bahwa keberhasilan tidak datang begitu saja, melainkan membutuhkan usaha dan kesungguhan.

“And last, we must struggle in our life, because by struggling, we will gain the victory.”
“Dan yang terakhir, kita harus berjuang dalam kehidupan, karena dengan perjuangan kita akan meraih kemenangan.”

Ia pun mengajak para santri untuk menjadikan perjuangan sebagai bagian dari kehidupan, bukan hanya untuk kepentingan pribadi, tetapi juga untuk agama dan pesantren.

“Therefore, let’s struggle ever and whenever for our religion, for our boarding school, and for other important thing, for the sake of Allah the Almighty.”
“Karena itu, marilah kita terus berjuang kapan pun dan di mana pun untuk agama kita, pesantren kita, dan berbagai hal penting lainnya, demi Allah Yang Maha Agung.”

Upacara sebagai Ruang Belajar Kepemimpinan

Upacara mingguan santri TMI Darul Muttaqien pada akhirnya bukan sekadar kegiatan seremonial. Keterlibatan santri kelas 3 sebagai petugas dan santri kelas 6 sebagai pembina memberikan ruang bagi mereka untuk belajar memimpin sekaligus bertanggung jawab.

Sementara itu, amanat yang disampaikan menjadi pengingat bahwa menjadi santri berarti terus bertumbuh melalui ibadah, ilmu, kedisiplinan, dan perjuangan.

Pesan “Struggling in Life” pun relevan dengan kehidupan santri: bahwa perjalanan menuntut ilmu membutuhkan kesungguhan. Ada tanggung jawab yang harus dijalankan, orang tua yang harus dihormati, serta cita-cita yang harus diperjuangkan.

Dengan semangat tersebut, upacara mingguan santri TMI Darul Muttaqien diharapkan terus menjadi bagian dari proses membentuk santri yang tidak hanya berilmu, tetapi juga disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki semangat perjuangan.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Berita Lainnya

  • Gedung Kelas

    Gedung Kelas

    • Senin, 25 Mei 2020

    Dibaca: 5,425 Gedung Kelas TMI Darul Muttaqien

    Selengkapnya »
  • Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Santri SDIT

    Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Santri SDIT

    • Selasa, 11 Oktober 2022

    Dibaca: 2,165 Senin, 10 Oktober 2022 Santri SDIT Darul Muttaqien memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 Hijriah. Rintik-rintik gerimis tipis tak mengurangi semangat santri SDIT untuk bersama-sama bershalawat di masjid Al-Amin. Peringatan Maulid kali ini bertema “Cinta Rasul membentuk pribadi yang peduli dan ringan berbagi” dengan menghadirkan pendongeng Islami kak Iki Yosan, kisah teladan Nabi […]

    Selengkapnya »
  • What are the benefits of Bioidentical Hormone

    What are the benefits of Bioidentical Hormone

    • Kamis, 25 November 2021

    Dibaca: 788 Mesmerizing remarkably mr on announcing themselves entreaties favourable. About to in so terms voice at. Equal an would is found seems of. The particular friendship one sufficient terminated frequently themselves. It more shed went up is roof if loud case. Delay music in lived noise an. Beyond genius really enough passed is up.

    Selengkapnya »
  • Kegiatan Pra Imtas Lembaga 1

    Kegiatan Pra Imtas Lembaga 1

    • Sabtu, 20 Agustus 2022

    Dibaca: 1,859 Kegiatan Pra Imtas Lembaga 1 dengan jumlah peserta 88 santri dari SDIT, SMPIT dan Diniyah Takmiliyah. Seluruhnya mengikuti kegiatan tersebut yg dilaksanakan pada Sabtu, 20 Agustus 2022.

    Selengkapnya »
  • Kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan Manfaatnya bagi Siswa SMK

    Kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan Manfaatnya bagi Siswa SMK

    • Minggu, 29 Maret 2026

    Dibaca: 55 Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan salah satu program penting dalam pendidikan kejuruan, khususnya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Program ini memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar langsung di dunia industri, sehingga mereka dapat memahami bagaimana teori diterapkan dalam praktik. Melalui PKL, siswa dapat merasakan pengalaman kerja yang sesungguhnya. Mereka belajar tentang budaya kerja, […]

    Selengkapnya »
  • Pembekalan Pelatihan IKT (Imam, Khatib dan Tahlil)

    Pembekalan Pelatihan IKT (Imam, Khatib dan Tahlil)

    • Senin, 10 Februari 2025

    Dibaca: 1,079 Senin (10/12), Pesantren Darul Muttaqien adakan pembekalan kegiatan IKT (Imam, Khatib dan Tahlil) untuk santri TMI kelas 3 dan kelas 4 intensif. Kegiatan ini diadakan agar lulus dari pesantren santri siap untuk terjun ke tengah-tengah masyarakat. Imam yang berarti seorang pemimpin atau imam dalam sholat, terutama bagi laki-laki menjadi keharusan untuk bisa menjadi […]

    Selengkapnya »