Jumat (3/4/2026), Mengawali proses pembelajaran pasca-libur Idul Fitri 1447 H, Pesantren Darul Muttaqien menggelar silaturahmi dan Halal bi Halal yang dihadiri oleh seluruh dewan guru, jajaran pimpinan, serta Ketua Yayasan. Momentum ini menjadi ajang penguatan komitmen pendidik dalam menjalankan amanah sebagai pengabdi umat.
Dalam arahannya, Pimpinan Pesantren Darul Muttaqien, KH. Mad Rodja Sukarta, menekankan bahwa berkumpulnya seluruh guru di tempat ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan takdir Allah yang harus disyukuri dengan meningkatkan tasbih, tahmid, dan tahlil. Beliau mengingatkan bahwa Halal bi Halal bukan sekadar rutinitas tahunan tanpa makna.
“Halal-bihalal adalah ijtihad para ulama Indonesia untuk mengembalikan manusia kepada jati diri yang hanya menghambakan diri kepada Allah saja,” tegas KH. Mad Rodja.
Kiai Mad Rodja menceritakan pengalamannya mengunjungi pelosok hutan belantara (Darul Muttaqien yang berada di Dumai) untuk melihat perjuangan para pejuang Islam di sana. Perjalanan tersebut menjadi refleksi bagi para guru di Darul Muttaqien bahwa jika Allah sudah berkehendak, tidak ada yang mustahil bagi kemajuan pesantren. Beliau mengingatkan bahwa kehancuran manusia yang sesungguhnya bukan berasal dari serangan eksternal, melainkan saat manusia dijauhkan dari hidayah dan kehilangan integritasnya.
Pimpinan pesantren memberikan arahan keras terkait kedisiplinan dan profesionalisme guru. Beliau menginstruksikan agar setiap pendidik memiliki fakta integritas yang nyata. Guru yang tidak siap berjuang atau lalai dalam tugasnya, seperti sering terlambat atau tidak menyiapkan perangkat mengajar (I’dat), diminta untuk dievaluasi secara tegas.
Beliau menegaskan bahwa pimpinan bertanggung jawab penuh terhadap amanah orang tua yang telah menyerahkan anak-anak mereka ke pesantren.
Menutup tausiyahnya, Kiai Mad Rodja mengajak untuk berhenti mengeluh dan fokus pada visi misi kenabian. Beliau menekankan bahwa kehormatan seorang guru bukan terletak pada sanjungan atau tradisi cium tangan, melainkan pada kemampuannya memuliakan para santri.
Di momen Halal bi Halal ini, Pesantren Darul Muttaqien kembali meneguhkan posisinya sebagai lembaga pendidikan Islam yang tidak hanya mengedepankan aspek akademis, tetapi juga integritas moral dan semangat pengabdian yang tinggi.

Tinggalkan Komentar