Pelaksanaan Sholat Idul Adha 1447 H di Pesantren Darul Muttaqien berlangsung khidmat pada Rabu, 27 Mei 2026 di Lapangan Ummul Qurra. Sholat Ied dimulai pukul 06.30 WIB dan dihadiri oleh seluruh santri putra dan putri, dewan guru, warga sekitar pesantren, serta sebagian wali santri.
Sebelum pelaksanaan sholat dimulai, kegiatan diawali dengan sambutan pimpinan pesantren KH. Mad Rodja Sukarta serta laporan panitia pelaksana yang disampaikan oleh Achmad Fathan.
Dalam laporan tersebut, panitia menyampaikan jumlah hewan qurban tahun 1447 H yang terkumpul dan disalurkan oleh Pesantren Darul Muttaqien. Untuk penyembelihan di lingkungan pesantren, tercatat sebanyak 103 ekor kambing dan 4 ekor sapi. Sementara hewan qurban yang disalurkan ke berbagai wilayah, masjid, majelis ta’lim, dan pesantren berjumlah 51 ekor kambing dan 1 ekor sapi.
Adapun yang bertindak sebagai khotib pada pelaksanaan Sholat Idul Adha kali ini adalah Tajussolihin Syamil, dengan Juwanda Jaya sebagai bilal, serta imam dipimpin oleh Dzar Dinata, mereka adalah santri kelas 5 TMI.
Dalam khutbahnya, Ananda Tajussolihin Syamil mengingatkan bahwa Idul Adha bukan hanya ritual tahunan maupun sekadar penyembelihan hewan qurban, melainkan momentum untuk memperkuat ketundukan dan ketakwaan kepada Allah SWT.
“Kita hadir di sini bukan hanya sekadar untuk melaksanakan ritual tahunan saja, bukan sekadar untuk memotong atau menyembelih hewan kurban saja, akan tetapi kita hadir di sini untuk memproklamasikan kembali ketundukan dan ketakwaan mutlak dan hakiki kita hanya kepada Allah Azza wa Jalla,” ungkapnya dalam khutbahnya.
Ia juga mengangkat kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai teladan pengorbanan, ketaatan, dan keteguhan iman yang melampaui logika manusia. “Cinta kepada Allah harus berdiri tegak di atas segala cinta. Jika hari ini kita masih merasa berat demi mengeluarkan sedikit harta kita untuk berkorban, maka tanyakan kepada diri kita masing-masing, siapakah Tuhan di hati kita ini, Allah kah atau harta dan kesenangan duniawi kita,” tegasnya.
Selain itu, khutbah Idul Adha turut mengajak jamaah untuk menjadikan momentum qurban sebagai sarana memperbaiki diri dan meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama. “Darah kurban yang mengalir hari ini harus menjadi simbol bagi kita semua bahwa kita harus mematikan sifat kebinatangan dalam diri kita, yaitu sifat ingin menang sendiri, sifat menindas yang lemah, dan sifat serakah,” ujar khotib.
Dalam khutbahnya, beliau juga menegaskan bahwa dunia hari ini membutuhkan generasi muslim yang tangguh, berjiwa pengorbanan, serta memiliki semangat seperti Nabi Ibrahim AS dan keteguhan seperti Nabi Ismail AS.
Beberapa pesan penting yang disampaikan dalam khutbah Idul Adha di antaranya:
Pelaksanaan Sholat Idul Adha 1447 H di Pesantren Darul Muttaqien berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan. Momentum ini sekaligus menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah antara keluarga besar pesantren dengan masyarakat sekitar serta menumbuhkan semangat pengorbanan dan kepedulian sosial di tengah umat.
Tinggalkan Komentar