BOGOR — Pelaksanaan salat Idul Fitri 1447 H di Masjid Putih Pesantren Darul Muttaqien berlangsung khidmat pada Sabtu (21/3/2026). Dihadiri oleh santri kelas 6 TMI yang bermukim, dewan guru, wali santri, dan masyarakat sekitar.
Dalam sambutannya, Pimpinan Pesantren KH. Mad Rodja Sukarta menegaskan bahwa misi utama Darul Muttaqien adalah menyiapkan kader penerus perjuangan Islam. Beliau menyadari bahwa pendidikan agama yang komprehensif seringkali sulit dilakukan secara maksimal hanya dari rumah.
Oleh karena itu, Darul Muttaqien hadir dengan kurikulum padat yang mencakup pembinaan akidah, akhlak, wawasan keilmuan, hingga kepedulian sosial. Para santri secara konsisten ditempa keterampilan praktisnya, mulai dari memimpin tahlil, menjadi imam dan khatib, hingga mengurus jenazah. Tujuannya agar mereka siap menjadi pelopor keselamatan agama di tengah masyarakat.
Kualitas pendidikan Darul Muttaqien terbukti dari jejak pengabdian para santrinya. KH. Mad Rodja Sukarta mengungkapkan bahwa saat ini pesantren telah menjalin kemitraan dengan 34 lembaga pendidikan.
Menyoroti tantangan pendidikan saat ini, KH. Mad Rodja Sukarta memberikan pandangan yang sangat reflektif. “Jika dibina di rumah, saya sebagai bapak dan sekaligus sebagai seorang kakek rasanya tak mampu,” ungkap beliau. Oleh karena itu, lembaga pondok pesantren hadir sebagai wadah terbaik untuk menyiapkan generasi masa depan.
Meski hasil dari pendidikan ini mungkin belum terlihat dalam satu atau dua tahun, beliau meyakinkan bahwa kelak para santri inilah yang akan mengambil alih fungsi dakwah dan pendidikan Islam di tengah masyarakat yang penuh dengan keprihatinan. Sejak dini, santri Darul Muttaqien telah ditempa dan diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk memimpin, mulai dari menjadi pemimpin tahlil, khatib, imam salat, hingga persiapan mengurus salat jenazah. Menurut beliau, di masa depan para santri ini akan menjadi pelopor terdepan bagi keselamatan agama.
Lebih membanggakan lagi, gerakan dakwah santri Darul Muttaqien telah menjangkau pelosok negeri. “Saya nanti hari Minggu mau melihat anak-anak kita yang di tengah hutan belantara mereka sedang berdakwah,” ungkap beliau. Di sana, para santri muda tidak hanya mengajar, tetapi juga mengelola masjid, mushola, hingga membantu mengurus perkebunan sawit.
“Jangan pernah mimpi Islam kita di Indonesia khususnya akan tegak dan akan memiliki sebuah gerakan-gerakan keagamaan yang kokoh, sangat bergantung kepada pendidikan anak-anak kita hari ini,” tegas beliau.
Di akhir pesannya, KH. Mad Rodja Sukarta mengucapkan terima kasih kepada seluruh wali santri yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya di Darul Muttaqien. Mewakili seluruh jajaran pengurus yang tak luput dari kekurangan, beliau menutup sambutan dengan ucapan selamat Idul Fitri dan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh jamaah.

Tinggalkan Komentar