Dalam rangka meningkatkan pengetahuan santri mengenai penghijauan dan perawatan tanaman, komunitas Basatin, kelompok santri TMI putra Pesantren Darul Muttaqien yang selama ini bertugas mengatur dan memelihara area taman pesantren, melaksanakan kunjungan edukasi ke Lapak Bibit Cibinong pada Jumat, 21 November 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 20 santri dan 2 guru pembimbing.
Basatin dikenal sebagai salah satu komunitas santri yang memegang peranan penting dalam menjaga keasrian lingkungan pesantren. Setiap penataan taman, penggantian tanaman, hingga dekorasi taman di berbagai kegiatan Pesantren Darul Muttaqien, merupakan hasil kerja tangan para anggota komunitas ini. Kunjungan edukatif kali ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat keterampilan mereka dalam bidang penghijauan secara lebih profesional.
Lapak Bibit Cibinong merupakan sentra penyedia berbagai jenis tanaman, mulai dari tanaman hias, bibit buah, tanaman pelindung, hingga tanaman herbal. Tempat ini tidak hanya menjual bibit, tetapi juga menjadi pusat edukasi masyarakat untuk memahami cara memilih bibit berkualitas, teknik perawatan yang benar, hingga tata cara menanam yang efektif sesuai jenis tanaman.
Di lokasi ini, para santri mendapatkan penjelasan langsung dari pengelola mengenai karakteristik berbagai tanaman, metode pemupukan, cara merawat bibit agar tidak mudah layu, serta tips menciptakan lingkungan yang hijau dan sehat. Santri juga melihat proses pengolahan media tanam, penyiraman, hingga pengemasan bibit yang siap tumbuh.
Selama kegiatan berlangsung, para santri terlihat antusias bertanya dan mencatat teknik-teknik baru yang mereka temui. Setelah memilih beberapa jenis bibit yang direkomendasikan, Kak Luthfan santri kelas 5 TMI salah satu peserta memberikan kesan penuh makna tentang kegiatan ini. “InsyaAllah nanti bibit-bibit ini akan kita tanam di Darul Muttaqien. Harapannya, tanaman yang kita tanam hari ini bisa memberi manfaat untuk adik-adik kami di masa depan,” ujarnya dengan penuh semangat.
Melalui kunjungan edukatif ini, komunitas Basatin diharapkan semakin siap untuk menjaga dan memperindah lingkungan pesantren dengan teknik yang lebih baik dan terukur. Pengalaman ini juga menjadi bekal penting bagi santri untuk memahami bahwa menjaga alam adalah bagian dari amanah dan tanggung jawab bersama.

Tinggalkan Komentar